| Jumat, 27 Mei 2005 | OLAHRAGA |
Berlusconi Pertahankan AncelottiISTANBUL - Pemilik AC Milan Silvio Berlusconi tetap menaruh kepercayaan terhadap Carlo Ancelotti, kendati pelatihnya itu gagal mempersembahkan gelar juara pada musim ini. Milan kalah adu penalti dari Juventus setelah hasil imbang 3-3 sampai dengan perpanjangan waktu. Kekalahan mengejutkan di Istanbul itu dialami lima hari selepas Juventus menaklukkan mereka dalam perebutan gelar juara Seri A Liga Italia. Namun Berlusconi menegaskan, Ancelotti adalah orang yang tepat untuk jabatan itu. "Memecat Ancelotti? Tidak, itu tak akan saya lakukan. Saya tidak akan memecat siapa pun," ujar Berlusconi yang juga Perdana Menteri Italia ini. "Sepak bola itu seperti politik. Ada kalanya Anda merasa akan menang, tapi kenyataannya kalah," imbuhnya. Kegilaan Enam Menit Pelatih Milan Carlo Ancelotti menyalahkan kegilaan enam menit yang dihadapi timnya pada final Liga Champions ketika dikalahkan Liverpool. "Itu pertandingan aneh, benar-benar aneh," ungkap Ancelotti. "Kami bermain bagus, tapi dalam enam menit menghadapi kegilaan yang mengubah segala sesuatunya," tandasnya. Dia menilai Paolo Maldini dan kawan-kawan tampil perkasa. Mereka tak sepantasnya harus kalah. "Kami kalah melalui adu penalti dan saya pikir, tim harus bangga atas apa yang telah dilakukan. Kami tak senang, tapi saya pikir kami kalah secara terhormat," jelas mantan pemain Italia ini. Dalam adu penalti, lanjut dia, tiga eksekutor penalti terbaiknya gagal. Itu kejadian memilukan bagi Milan yang sudah mendominasi Liverpool selama babak pertama dan kembali menguasai pertandingan setelah klub Inggris itu menyamakan kedudukan 3-3. "Tak banyak yang bisa dilakukan. Kami banyak mendapat peluang, namun kami tidak mampu mencetak gol. Kami lebih banyak menghabiskan waktu di bagian tengah pada saat perpanjangan waktu." (rtr,A7,ant-31) |