| Jumat, 27 Mei 2005 | OLAHRAGA |
Dudek Terinspirasi GrobbelaarISTANBUL - Pada 1984, melalui kiper Bruce Grobbelaar, Liverpool menggondol gelar juara Piala Champions (kini Liga Champions) untuk kali keempat. Dua puluh satu tahun kemudian, Jerzy Dudek memperoleh penghormatan serupa dari fans The Reds, setelah kiper Polandia itu menyelamatkan gawang Liverpool pada final Liga Champions melawan AC Milan di Istanbul, Kamis dini hari WIB kemarin. Dudek, yang kebobolan tiga gol pada babak pertama, mampu bertahan pada skor imbang 3-3 hingga pertandingan usai dan babak perpanjangan waktu. Dia berdiri dengan tangan terbuka di depan gawangnya untuk menyambut penalti pertama dari Serginho. Tendangan pemain sayap Brasil itu melambung tinggi di atas gawang sehingga Dietmar Hamann yang menjadi eksekutor pertama mampu membawa Liverpool unggul 1-0. Menghadapi para eksekutor Milan yang lain, Dudek memasang gaya serupa dan berhasil menyelamatkan gawangnya dari penalti Andrea Pirlo. Dua penembak Milan selanjutnya, Jon Dahl Tomasson dan Kaka, sukses mengecoh Dudek. Namun pemain terbaik Eropa 2004 Andriy "Sheva" Shevcenko menjadi korban ketiga Dudek. Liverpool akhirnya menang 3-2. "Jamie Carragher mendatangi saya dan berkata, ingat Grobbelaar berusaha menggagalkan setiap tembakan, lakukanlah hal serupa. Dan saya pun berusaha untuk memenuhinya," ungkap Dudek. Aksi Grobbelaar atas tim Italia lain, AS Roma, pada partai puncak 1984 adalah motivator kuat eks penjaga gawang Feyenoord itu. Dudek juga membuat dua kali penyelamatan gemilang dari tendangan Sheva pada akhir babak kedua perpanjangan waktu.(rtr,A7-31) |