logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 27 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Komdis Tunggu Laporan Kericuhan Citarum

SEMARANG- Komisi Disiplin (Komdis) Pengda PSSI Jateng belum bisa memutuskan sanksi untuk panitia pelaksana (panpel) pertandingan atas insiden amuk penonton pada partai PSIS Yunior lawan Apac Inti Yunior, Rabu lalu (25/5) di Stadion Citarum Semarang. Pasalnya, laporan dari semua pihak belum masuk ke Pengda PSSI Jateng.

Namun, melihat kejadian tersebut, tipis peluang panpel mendapat sanksi. Pasalnya, amuk penonton tersebut terjadi di luar lapangan. Sedangkan pertandingan itu sendiri berjalan lancar hingga babak kedua usai.

"Kami masih tunggu laporan dari semua pihak. Setelah itu, baru akan dirapatkan oleh Komdis. Jadi, kami belum bisa memutuskan apakah akan memberikan sanksi atau tidak kepada panpel," ungkap Ketua Komdis Pengda PSSI Jateng Ucok Kuncoro SH yang menyaksikan sendiri insiden tersebut.

Pertandingan lanjutan Liga Remaja U-18 Grup D Jateng antara PSIS dan Apac Inti yang digelar Rabu lalu di Stadion Citarum diwarnai kericuhan suporter. Suporter PSIS melampiaskan amarahnya kepada tiga suporter Apac Inti yang diduga ikut memukuli pemain PSIS saat bertanding di putaran pertama (15/5) di Lapangan Ngadirejo Pabelan. Akibat kejadian itu, para pemain tamu sempat tertahan di Stadion Citarum hingga satu setengah jam. Pertandingan tersebut berakhir 3-0 untuk tuan rumah.

Ucok mengakui kerusuhan penonton tidak mengganggu jalannya pertandingan. Aparat keamanan telah berusaha menangani kerusuhan secara baik. Hal itu membuat amuk penonton tidak sampai merembet ke dalam lapangan.

"Pertandingan berjalan lancar. Sebab, panpel dan aparat keamanan sudah berusaha keras meminimalisasi kerusuhan," katanya.

Rencananya, Komdis baru akan membahas kejadian amuk penonton di Stadion Citarum itu setelah pertandingan lanjutan antara Apac Inti Yr dan PSIS Yr di putaran pertama lalu pada Sabtu (28/5) besok di Stadion Kridanggo Salatiga pukul 08.00.

"Kami tidak ingin mengganggu konsentrasi tim. Karena itu, setelah pertandingan lanjutan nanti, kami baru akan membicarakan kasus amuk penonton di Stadion Citarum," terangnya.

Pertandingan Lanjutan

Sementara itu, pertandingan lanjutan antara Apac Inti Yr dan PSIS Yr di putaran pertama yang sempat terhenti pada menit ke 56 di Lapangan Ngadirejo Pabelan Minggu (15/5) lalu, akan digelar pada Sabtu (28/5) besok di Stadion Kridanggo Salatiga.

Surat pemberitahuan pertandingan lanjutan dari panitia pelaksana (panpel) Apac Inti yang ditandatangani oleh Musarodin itu diterima pengurus Pengda PSSI Jateng Kamis siang kemarin.

"Sisa pertandingan yang tinggal 24 menit itu akan digelar pada pagi hari pukul 08.00 di Stadion Kridanggo," ujar Sekretaris Jendral Pengda PSSI Jateng Djanu Ismanto.

Namun, pertandingan tidak boleh disaksikan penonton. Sebagai pengadil di tengah lapangan tetap M Lazi dari Wonosobo dibantu oleh asisten wasit 1 Suratman (Temanggung), asisten wasit 2 Sulkhi (Wonosobo) dan wasit cadangan Rifikun (Temanggung). Sedangkan pengawas pertandingannya (PP) adalah Hardiyanto (Solo).

Para wasit dan PP itu akan dikenai sanksi oleh Komdis sehubungan dengan kasus kerusuhan di lapangan Ngadirejo Pabelan lalu. "Mereka tidak boleh aktif di lingkungan PSSI selama dua kali pertandingan. Keputusan tersebut berlaku mulai 1 Juni nanti," tandas Ucok. (H13, C16-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA