logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 27 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Agassi: Saya Tidak Pensiun

PARIS - Petenis Amerika Serikat, pemegang gelar beberapa kejuaraan Grand Slam, Andre Agassi menegaskan bahwa cedera yang dialaminya pada putaran pertama Prancis Terbuka tidak akan membuatnya pensiun.

Petenis berusia 35 tahun itu berkata bahwa dirinya sangat bersemangat untuk tampil di turnamen Wimbledon dan AS Terbuka tahun ini, bahkan jika perlu dia akan memperbanyak suntikan kortison untuk mengatasi rasa sakit yang dideritanya sejak partai melawan petenis Finalndia, Jarkko Nieminen, Sabtu.

Pada kesempatan itu Agassi kalah 7-5, 4-6, 6-7 (6/8), 6-1, 6-0 sehingga harus mengalami kekecewaan untuk kedua kalinya karena kandas di putaran pertama Roland Garros.

''Saya mempunyai harapan besar untuk tampil di Wimbledon. Dengan beberapa suntikan lagi saya harap saya akan pulih,'' kata petenis yang mencatat rekor 58 kali tampil di Grand Slam itu.

Gaquet Vs Nadal

Petenis putra harapan tuan rumah Rachard Gaquet yakin ia akhirnya akan dapat mengalahkan pesaingnya dari Spanyol Rafael Nadal saat dua remaja itu bersiap untuk saling bertarung pada babak ketiga di Rolland Garros, Jumat.

Gasquet, unggulan ke-30, berhasil melewati hadangan petenis Belanda Peter Wessels 6-3, 7-6 (7/1), 6-1, pada pertandingan babak kedua, Rabu, untuk maju menghadapi petenis Spanyol unggulan empat itu, yang dengan mudah mengalahkan petenis Belgia Xavier Malisse 6-2, 6-2, 6-4.

Setelah kalah pada dua pertemuan dengan Nadal sebelumnya di Monte Carlo tahun ini dan Estoril tahun lalu, Gasquet mengatakan ia tahu bagaimana mengalahkan lawan yang kidal itu.

''Saya tahu bagaimana melawan Nadal. Saya tahu apa yang harus dilakukan dan saya tahu bagaimana mengalahkannya,'' kata Gasquet, juara Prancis Terbuka Junior 2002.

Ia menyatakan tidak akan berlatih tanding dengan petenis kidal untuk menghadapi Nadal. ''Saya harus bermain fantastis jika ingin menang karena ia adalah pemain hebat. saya harus bermain sempurna,'' katanya.

Gasquet menyimpulkan bahwa Nadal, yang mencoba menyamai rekor petenis besar Swedia Mats Wilander yang merebut mahkota Prancis Terbuka saat ia baru pertamakali mengikuti grand slam itu pada 1982, memiliki kelasnya tersendiri. (ant-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA