logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 27 Mei 2005 SEMARANG
Line

SMK Telkom Tunas Harapan

Lulusan Setingkat Sarjana Muda

TINGGINYA persaingan mencari kerja bagi lulusan sekolah setingkat SMA, membuat pengurus sekolah berlomba-lomba menambah nilai plus bagi lulusannya agar tidak kalah bersaing. Tidak terkecuali hal itu juga dilakukan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telekomunikasi Tunas Harapan yang berada di Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Alhasil, meskipun baru kali pertama menghasilkan lulusan sejak berdiri tahun 2001, lulusan SMK Telkom yang letaknya tidak jauh dari Terminal Tingkir Salatiga itu, dapat diserap di berbagai sektor industri dan perusahaan. Hal itu dibuktikan dengan bertambahnya permintaan lulusan sekolah itu dari beberapa perusahaan seperti Astra Internasional, Texmaco, Sanyo, Nasmoco, dan Telkom.

SMK Telkom juga sering mendapatkan juara dalam berbagai lomba mata pelajaran dan keterampilan teknik. Mereka pun telah diakui sebagai SMK yang memiliki peringkat nilai mata pelajaran tertinggi se-Kabupaten Semarang.

Kepala Sekolah SMK Telkom Drs M Arifin mengungkapkan, strategi belajar mengajar yang diterapkan pada sekolah yang dipimpinnya berdasarkan pada tiga tujuan. Yakni, untuk menyiapkan lulusan yang dapat melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi, menciptakan lulusan siap kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan, dan menciptakan lulusan yang dapat mandiri.

''Sistem belajar mengajar yang dilaksanakan menggunakan pola 40-60, yakni 40 % teori dan 60% praktek langsung setelah menerima teori. Agar siswa dapat langsung memahami serta menerapkan teori yang baru saja didapatnya.''

SMK Telkom memiliki Jurusan Teknik Informatika, Teknik Elektronika Komunikasi, dan Teknik Mekanik Otomotif. Masing-masing jurusan didukung tenaga pengajar profesional dan laboratorium. Adapun fasilitas laboratorium yang disediakan seperti komputer, software, hardware, elektronika, otomotif, listrik, digital, dan bahasa.

''Jurusan yang ditawarkan itu pada umumnya dibutuhkan oleh industri dan perusahaan berkembang. Sedangkan fasilitas lab, membuat lulusan SMK Telkom setingkat program sarjana muda,'' imbuh Arifin.

Sekolah itu juga memberikan materi semi-militer dengan instruktur dari tenaga TNI dan Polri. ''Kami tidak memiliterisasi siswa, melainkan mengambil hal yang baik dari militer dalam pembentukan watak siswa. Sistem ini memang dibutuhkan oleh perusahaan,'' ujar Letkol (purn) Mulyadi, salah seorang pengurus sekolah. (Surya Yuli P-50)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA