| Jumat, 27 Mei 2005 | SEMARANG |
Beasiswa Pemkot 2004-2005 Belum Cair
SEMARANG-Sejumlah pengelola SMP swasta Kota Semarang resah karena dana beasiswa Pemkot 2004/2005 yang dijanjikan bisa diambil di Bank Jateng (BPD Jateng) pada Kamis (26/5) ternyata tidak bisa diambil. Padahal, merujuk surat Kepada Dinas Pendidikan Kota Semarang Nomor 4225/1705/2005 tertanggal 19 Mei, beasiswa Pemkot sebesar Rp 25.000 untuk satu siswa per bulan bisa diambil Kamis (26/5) di Bank Jateng. Tapi, saat sejumlah kepala sekolah SMP mengambil dana untuk bantuan siswa tersebut, belum bisa dicairkan dengan alasan data-data siswa penerima beasiswa tidak akurat. Hal tersebut membuat sejumlah pengelola sekolah swasta resah. Ketua Paguyuban Kepala Sekolah Swasta (PKSS) SMP Kota Semarang Drs Nowo Susilo BA membenarkan adanya keresahan di kalangan anggotanya sehubungan dengan belum cairnya dana beasiswa Pemkot. Sebab, bagi sejumlah sekolah swasta, kucuran dana beasiswa tersebut amat diharapkan. ''Ada sejumlah sekolah yang banyak siswanya masih menunggak SPP. Informasi yang saya terima, mereka menunggu-nunggu beasiswa Pemkot cair untuk menutup SPP itu,'' ujar Nowo, yang juga Kepala SMP Islam Nasima. Menurut salah satu pengelola SMP di daerah Genuk, dana tersebut sangat diharapkan siswa untuk membayar biaya operasional penyelenggaraan pendidikan. Akibat penundaan pencairan tersebut sejumlah SMP swasta menjadi terganggu kegiatan belajar mengajarnya. Sebab, uang itu digunakan untuk membayar SPP. "Dari uang tersebut siswa bisa membayar sebagian biaya penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang harus dibayar setiap bulan. Kalau beasiswa telat, kewajiban mereka terhadap sekolah pun terlambat. Akibatnya, sekolah yang menanggung," ujar salah satu pengelola SMP yang enggan disebutkan namanya itu. Beasiswa Pemkot, lanjut dia, belum bisa menutupi biaya penyelenggaraan pendidikan selama satu bulan. Di SMP yang dia kelola, misalnya, tiap-tiap siswa masih menambah Rp 7.000 untuk menutup SPP. Menurut dia, pencairan beasiswa yang terlambat tidak hanya dari Pemkot. Beasiswa gubernur dan beasiswa bantuan khusus murid (BKM) yang besarnya Rp 20.000 per siswa setiap bulan pun hingga Mei 2005 belum juga cair. "Kami tidak tahu kenapa beasiswa Gubernur yang biasanya cair paling lambat 24 Maret hingga sekarang belum juga diterima. Padahal, 90 persen dari 300 siswa kami bisa membayar SPP dari beasiswa tersebut." Pihaknya bersama beberapa SMP swasta di Kota Semarang menyayangkan keputusan Pemkot yang mendadak itu. Para pengelola sekolah hanya bisa menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi dalam pengelolaan beasiswa. Cek Ulang Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Sri Santoso mengungkapkan, penundaan pencairan beasiswa Pemkot 2004/2005 dimaksudkan untuk mengecek ulang nama-nama siswa penerima beasiswa. "Kami melakukan penundaan setelah menemukan ada beberapa nama siswa dari suatu sekolah tidak sama dengan data semester lalu. Kalau memang tidak ada kesalahan data hak siswa secepatnya akan kami berikan," ujarnya. Sri Santoso menambahkan, penundaan tersebut bukan karena ada sesuatu hal yang ingin ditutup-tutupi Pemkot tapi hanya persoalan administratif. Mengenai penilaian sejumlah pihak bahwa Pemkot lambat, dia menyatakan, justru beasiswa Pemkot 2005 lebih awal dibanding tahun sebelumnya. (H7-36) |