| Jumat, 27 Mei 2005 | INTERNASIONAL |
Lintas JagatTabrakan Kapal di Selat SingapuraSINGAPURA - Satu kapal berbendera Panama yang tengah mengangkut 166.000 ton bijih besi bertabrakan dengan kapal tanker di Selat Singapura. Namun tidak terjadi kerugian atau pencemaran lingkungan besar, kata pihak berwenang kelautan Singapura, Kamis kemarin. Kapal yang membawa muatan bijih besi itu, MV Yue Shan, dan kapal tanker berbendera Liberia, MT Chrisopigi Lady, yang tidak membawa muatan apa pun, bertabrakan pada pukul 20.03 waktu setempat (pukul 19.03 WIB) Rabu, demikian pernyataan Otoritas Laut dan Pelabuhan (MPA) Singapura. ''Tidak ada laporan mengenai anak buah kapal yang terluka di kedua kapal itu dan tidak ada pencemaran atas tumpahan minyak,'' lanjut MPA. Ditambahkan, lalu lintas kapal di perairan yang ramai tidak terpengaruh. Kedua kapal yang bertabrakan tersebut dan mengalami merusakan yang tidak disebutkan, tetap berlabuh di Singapura dan saat ini dalam kondisi stabil, jelasnya.(ant-26) Blix Percaya Korut Punya Nuklir NEW YORK - Hans Blix, mantan ketua Komisi Pemantau Inspeksi dan Verifikasi PBB (Unmovic) menyatakan sangat mungkin Korea Utara memiliki senjata nuklir. ''Saya kira Korut sangat mungkin memiliki persenjataan nuklir atau perangkat-perangkat nuklir, karena pada awal 1990-an negara itu menyatakan (memproduksi) uranium,'' kata Blix dalam wawancara di sela-sela konferensi peninjauan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) di PBB. Blix mengatakan Pyonyang kini telah melampaui 10 tahun dalam produksi plutonium dan juga telah memperoleh teknik pembuatan bom. Tidak lama setelah konferensi dibuka pada 2 Mei lalu, ada laporan yang menyebutkan Korut telah meluncurkan rudal jarak menengah ke Laut Jepang. ''Mungkin itu suatu cara untuk meningkatkan ketegangan sebelum perundingan,'' kata diplomat asal Swedia berusia 76 tahun itu mengenai peluncuran rudal jarak menengah Korut pada awal bulan ini. Blix, kini mengetuai Komisi Pemusnahan Senjata Pemusnah Massal yang berkedudukan di Stokholm, mengatakan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang dipimpinnya dari 1981 hingga 1997 telah menemukan lebih banyak plutonium daripada yang diumumkan negara itu. Dia menambahkan fakta-fakta selanjutnya, ditambah lagi dengan diketahuinya kontak-kontak antara ilmuwan nuklir Pakistan AQ Khan dan saling bertukar pengetahuan nuklir, semakin menunjukkan Pyongyang telah memiliki persenjataan nuklir.(ant-26) Pesawat Jatuh di Kongo, 27 Tewas KINSHASA - Sedikitnya 27 orang tewas, Rabu lalu, ketika sebuah pesawat pengangkut Antonov dalam penerbangan dari Kota Goma di timurlaut ke Kota Kongolo di tenggara, jatuh di Republik Demokratik Kongo timur, kata pejabat militer. ''Dua puluh tujuh orang, 22 penumpang dan lima anggota awak, tewas dalam musibah itu,'' kata sumber militer yang tidak menyebutkan namanya, dari Goma. Kementerian pertahanan dan badan penerbangan sipil di Kinshasa memastikan kecelakaan itu tapi tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut. Pengawas lalu lintas udara menjelaskan, pesawat itu hilang dari layar radar mereka 30 menit setelah berangkat dan berada di atas sebuah daerah pegunungan dan berpohon di daerah Walungu. Pesawat Antonov itu milik perusahaan swasta Kongo Victoria Air dan dicarter oleh perusahaan lainnya, Maniema Union. Pesawat tersebut dijadwalkan singgah sebentar di Kindu di daerah Maniema tengah sebelum menuju ke Kongoloa, di Provinsi Katanya yang kaya mineral. Pesawat kargo Antonov lainnya jatuh 4 Mei lalu, menewaskan 10 orang di Kisangani di bagian timur DR Kongo, dan kecelakaan seperti itu acapkali terjadi di negara tempat landasan pacu kadang-kadang ditandai dengan tidak baik dan pesawat sering diberi muatan berlebihan.(ant-26) |