| Jumat, 27 Mei 2005 | INTERNASIONAL |
Hafs Diisukan Gantikan ZarqawiDUBAI - Berbagai pernyataan yang saling bertentangan soal kepemimpinan Al Qaedah di Irak muncul di internet Kamis kemarin, menyusul kabar bahwa Abu Musab al-Zarqawi terluka. Sebuah pengumuman dengan mengatasnamakan Organisasi Al Qaedah untuk Jihad di Irak di situs internet menyebutkan, kelompok itu telah menunjuk seorang wakil untuk menggantikan posisi Zarqawi. Namun, juru bicara kelompok itu kemudian membantah pengumuman tersebut. Seorang aktivis Islam di London, Yasser al-Serri, mengatakan pernyataan-pernyataan dari juru bicara Abu Maysarah al-Iraqi lebih bisa dipercaya. Sedangkan, pernyataan sebelumnya masih dapat dipertanyakan kendati mengatasnamakan organisasi Al Qaedah. Pernyataan sebelumnya menyebutkan, para pemimpin Al Qaedah di Irak telah bertemu dan menunjuk Syekh Abu Hafs al-Qarni sebagai wakil pemimpin sampai Syekh Zarqawi kembali memimpin dengan selamat. Namun, pernyataan dari Abu Maysarah, yang juga sering memuat pernyataan-pernyataan Al Qaedah, mengatakan, ''Kami membantah berita tentang penunjukan Abu Hafs atau siapa pun itu sebagai wakil pengganti Zarqawi.'' Serri mengatakan, pernyataan pertama itu mungkin disebarkan oleh salah seorang pendukung Al Qaedah dengan tujuan meredakan situasi setelah kelompok itu menyatakan Selasa lalu kalau Zarqawi terluka ''dalam pertempuran di jalan Tuhan''. ''Orang itu tampaknya berusaha meyakinkan pihak luar bahwa tidak ada kekacauan dalam organisasi dan bahwa sudah ada orang-orang yang mengisi posisi Zarqawi,'' kata Serri kepada Reuters. Desas-desus Sedangkan, pernyataan atas nama Abu Maysarah mengatakan, pengumuman soal kondisi terluka Zarqawi Selasa lalu adalah untuk menunjukkan kredibilitas kelompok itu. Selain itu, pengumuman itu bertujuan meredakan kekhawatiran soal desas-desus Zarqawi telah tewas. Tampaknya, kelompok itu akan segera mengumumkan berita baik perihal pemimpinnya. ''Kalian akan mendengar berita menggembirakan, saudara-saudara seiman, dan sekutu-sekutu Iblis akan mendengar berita yang membuat mereka marah,'' demikian pernyataan itu. Menteri Dalam Negeri Irak Kamis kemarin mengatakan, dia telah menerima informasi lima hari lalu bahwa Zarqawi mengalami cedera. Namun, dia tidak bisa menyebutkan dari mana informasi itu berasal. Militer AS di Irak dan Pentagon di Washington menyatakan, mereka belum memperoleh laporan intelijen soal keadaan Zarqawi saat ini. Washington menawarkan hadiah 25 juta dolar bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi soal Zarqawi. Tokoh ini merupakan musuh nomor satu AS di Irak dan dituding sebagai otak berbagai serangan mematikan di negeri itu sejak runtuhnya pemerintahan Saddam Hussein. Serri mengatakan, Al Qaedah tidak mungkin memberitakan kematian Zarqawi, seandainya dia benar telah meninggal. ''Jika Zarqawi meninggal, Al Qaedah tidak punya alasan untuk merahasiakan berita itu. Orang-orang seperti mereka justru berhasrat bisa mati dalam nama Tuhan. Menjadi kehormatan bagi mereka untuk mengumumkan berita semacam itu,'' kata dia. Mendagri Irak Bayan Jabor menegaskan, berita soal Zarqawi yang terluka memang benar adanya. ''Ya, memang benar,'' kata Jabor kepada pers Kamis kemarin.(rtr-gn-25) |