logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 27 Mei 2005 INTERNASIONAL
Line

Bocah Irak Tewas Ditembak Pasukan AS

MOSUL - Pasukan Amerika menembak hingga tewas seorang bocah selama baku tembak di dekat Kota Mosul, Irak utara, Kamis kemarin. Menurut pernyataan militer AS, tentara mereka diserang saat melakukan operasi di Tal Afar. Tal Afar adalah kota kecil di sebelah barat Mosul, yang sering dilanda kekerasa dalam beberapa bulan terakhir.

''Seorang bocah Irak terbunuh ketika kaum teroris dan pasukan multinasional terlibat kontak senjata di Irak utara,'' bunyi pernyataan itu. ''Teroris menggunakan anak-anak sebagai tameng hidup, saat pasukan multinasional balas menyerang. Bocah itu tewas selama baku tembak tersebut.''

Belum ada keterangan mengenai usia atau jenis kelamin bocah naas itu. Warga sipil Irak mengeluh bahwa pasukan AS sering memberondongkan tembakan secara membabi buta ketika melakukan penyerangan.

Hal itu mengakibatkan orang-orang tak berdosa ikut terperangkap dalam kontak senjata. Militer AS mengatakan akan melakukan langkah-langkah untuk mencegah jatuhnya korban tak berdosa.

Selama invasi menggulingkan Saddam Hussein, militer Amerika mengatakan para pejuang Irak sering menggunakan kaum perempuan dan anak-anak sebagai tameng hidup. Namun, tudingan itu tak pernah bisa diverifikasi.

Kelompok-kelompok hak asasi mengecam militer AS karena tidak bisa menahan diri untuk menggunakan kekuatan secukupnya. Hal itu jelas terlihat di pos-pos pemeriksaan.

Setiap kali ada kendaraan melaju agak cepat menuju pos pemeriksaan, para serdadu AS sontak melepaskan tembakan. Mereka terlalu khawatir menjadi korban serangan bom mobil.

Bom Mobil

Sementara itu, bom mobil meledak di dekat patroli polisi Irak di Bagdad kemarin. Tiga orang tewas dan enam lainnya luka-luka.

Serangan itu terjadi kemarin pagi di Shola, distrik miskin di Bagdad baratlaut. Dua korban tewas dan empat yang luka-luka adalah anggota polisi. Gerilyawan bertekad untuk menghancurkan pasukan keamanan Irak. Setiap hari, mereka mengincar polisi dengan serangan bom mobil, bom pinggir jalan, dan aksi penembakan.

Di Qadissiya, Bagdad selatan, seorang anggota Partai Dakwah Islam (Syiah) dibunuh di rumah saudaranya. Partai Dakwah dipimpin oleh PM Ibrahim al-Jaafari.

Menurut polisi, Fakri Abed al-Amari datang dari Najaf ke Bagdad untuk menempati sebuah posisi di Kementerian Dalam Negeri. Beberapa fungsionaris partai Syiah itu belum mengetahui bahwa seorang anggotanya tewas ditembak.

Di distrik lainnya di Bagdad selatan, Profesor Moussa Salim, pembantu dekan di Universitas Mustansiriya, tewas diberondong ketika dia berangkat kerja. Tiga pengawalnya juga menemui ajal.

Di tengah gelombang serangan yang kian meningkat, Menteri Pertahanan Irak Sadoun al-Dulaimi kemarin mengumumkan akan menggelar operasi keamanan besar-besaran.

Operasi militer tersebut bakal melibatkan lebih dari 40.000 tentara Irak. Pasukan itu akan ditempatkan di Bagdad untuk memburu gerilyawan dan melucuti senjata mereka. (rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA