|
|
- Ketika mengantar kepergian Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas
Gadjah Mada Prof Dr Mubyarto, ada satu hal yang menggelisahkan. Akan matikah
gagasan, konsep, dan pemikiran tentang ekonomi Pancasila yang hingga kini
masih menjadi bagian dari perjuangan kita. Sebab, pencetusnya telah meninggal.
Pak Muby, demikian dia biasa dipanggil, bukan hanya pencetus, melainkan
juga pejuang yang gigih sejak dulu hingga sekarang.
|
 |
- Hari-hari ini, begitu gencar kata "korupsi" mewarnai langit
pikiran kita. Apakah itu bagi mereka yang termasuk dalam lingkaran pelaku,
bagi aparat hukum dan badan-badan yang menangani, atau bagi kita yang secara
langsung maupun tidak langsung dirugikan, dan kemudian terimbas rasa malu
sebagai bangsa. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara berurutan dalam
dua momentum penting menyinggung hal itu.
|
 |
MENCERMATI konflik di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekarang
ini membuat orang awam seperti penulis menjadi bingung. Konflik semakin
memuncak tetapi masih belum jelas dan semrawut. Layaknya selebritis
saja, kalau bertengkar lebih suka dan bersemangat kalau dilihat publik.
Yang satu bikin pernyataan, yang lain menanggapi. Yang satu bikin manuver
dan yang lain kebakaran jenggot. Semua di blow up besar-besar di
media massa.
|
 |
INDONESIA telah kehilangan salah satu putra terbaiknya, yaitu
Prof Dr Mubyarto. Beliau pergi untuk selamanya Selasa 24 Mei 2005 karena
menderita penyakit paru-paru basah dan serangan jantung ringan.
|
 |
ADA beberapa catatan terhadap maraknya praktik joki skripsi.
Pertama, menunjukkan fenomena masyarakat yang lebih mengagungkan simbol
formalitas. Ini merupakan cermin dari mentalitas masyarakat, termasuk kaum
intelektual yang lebih menghargai gelar dibanding kualitas keilmuan.
|
 |
BERBAGAI cara dan strategi ditempuh oleh mahasiswa dalam rangka
menyiasati proses penyelesaian skripsi, walaupun, kalau dilihat dari segi
etika dan moralitas akademik masih perlu diperdebatkan keabsahannya. Cara
dan strategi tersebut, misalnya, mulai dari pendekatan interpersonal yang
"lebih" pada dosen pembimbing maupun penguji,
|
 |
Sebentar lagi pilkada secara langsung digelar di berbagai daerah. Celakanya,
fenomena jor-joran dana untuk memenangkan calon menggejala di mana-mana.
Si Fulan menyediakan Rp 10 miliar, si Anu nggak mau kalah dengan menggelontorkan
Rp 15 miliar, dan si Itu menyiapkan Rp 20 miliar.
|
|