| Kamis, 26 Mei 2005 | OLAHRAGA |
Laju Aspac Tak TerbendungMALANG- Laju HP-Aspac tak terbendung setelah dengan mudah menumbangkan Citra Satria 104-56 pada pertandingan hari pertama Indonesia Basketball League (IBL) seri kedelapan di GOR Bima Sakti, Malang, semalam (25/5). Bukan hanya mengukuhkan dominasi, Aspac juga untuk kali pertama bisa menembus skor di atas 100 poin. Dengan tambahan dua poin, Aspac kini mengoleksi 20 angka dan belum terkalahkan dalam sepuluh laga terakhir. Sebaliknya Citra Satria yang sudah dipastikan tersingkir dari final four, hasil ini menambah daftar panjang kekalahan mereka menjadi sepuluh kali dan belum sekalipun meraih kemenangan. Di bawah polesan Erwin Bella Harahap, Citra Satria sebenarnya mampu menyulitkan Aspac lewat permainan cepat. Beberapa rookie yang sengaja diturunkan Ade Bella, seperti Immanuel B Kellen, Stenley Risye sanggup membuat repot pertahanan Aspac. Terbukti pada kuarter pertama Citra Satria bisa unggul 16-15. Hanya, keunggulan ini tidak bisa bertahan lama karena Aspac yang didominasi pemain timnas perlahan tapi pasti mulai bangkit. Melalui kapten Riko Hantono dan Mario Wuysang, tim besutan Tjetjep Firmansyah ini mulai meninggalkan Citra Satria. Di kuarter kedua itu Aspac bisa menuai 31 angka, sedangkan lawannya hanya bisa mengoleksi lima angka. "Permainan kami berjalan baik di kuarter pertama. Tetapi menjelang selesai kuarter itu, kami melakukan dua kali turnover dan itu dimanfaatkan Aspac untuk mengejar," kata Ade Bella. Sekalipun menang, Aspac harus kehilangan Ali Budimansyah yang pada pertandingan ini mengoleksi sembilan angka. Menurut Meykel SD Fernandus, pelatih teknik Aspac, Ali tertarik otot paha kirinya. Di akhir kuarter kedua, Ali ditarik keluar. Sementara itu, CLS Good Day mengalahkan Kalila Jakarta untuk kedua kalinya musim ini ketika tim asal Surabaya itu menang 72-50 pada pertandingan kedua seri kedelapan IBL di GOR Bima Sakti, Malang, Rabu malam. Hasil ini membuat CLS mengumpulkan 15 angka dari 10 pertandingan setelah lima kali menang dan lima kalah, dan sebaliknya langkah Kalila untuk bisa lolos ke final four di atas kertas sudah pupus akibat kekalahan ketujuh dari sepuluh pertandingan. (jo-40) |