logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Mei 2005 SEMARANG
Line

JIMM Kendal Tolak Tuduhan Rongrong Wibawa Muhammadiyah

SEMARANG-Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) Kendal menolak tuduhan melakukan tindakan merongrong kewibawaan Muhammadiyah. Organisasi itu juga menolak anggapan mengoordinasi aksi unjuk rasa di Kantor DPD PAN Kendal, 14 Mei silam.

"Belum pernah sekalipun, kami mengatasnamakan aktivitas JIMM-bukan JIM atau JIN seperti pernah ditulis-sebagai tindakan Muhammadiyah. Sebab, JIMM memang di luar struktur Muhammadiyah," ujar Koordinator JIMM Kendal Fajar Joko Gudhiyanto, Rabu (25/5) di Biro Kota Suara Merdeka Jl Pandanaran 30, Semarang.

Kedatangannya disertai Wildan (anggota ), Nurcahyo (Humas dan Publikasi), Agustinus (Humas Tim Sukses Hendy Boedoro), dan Rusmono Rudi Nuryawan dari Kelompok Kajian Advokasi Marginal (Kokam) Kendal. Bersama JIMM, Kokam disebut-sebut mengoordinasi aksi demo di DPD PAN Kendal.

Seperti diberitakan, Ketua Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PD Muhammadiyah Kendal M Asikin Hamim mengatakan, aksi unjuk rasa yang dikoordinasikan oleh Jaringan Intelektual Muhammadiyah (JIM) hanya bertujuan merongrong kewibawaan Muhammadiyah. Dia menilai aksi itu bernuansa politis.

"Pernyataan Pak Asikin Hamim bahwa JIMM merongrong kewibawaan Muhammadiyah tidak memiliki dasar. Sama sekali tak ada maksud JIMM untuk melakukan politisasi pada organisasi Muhammadiyah. JIMM selalu bergerak di luar struktur Muhammadiyah," imbuh Fajar.

Sebagai Fasilitator

Dia menegaskan, dalam aksi yang mempertanyakan dugaan politik uang yang dilakukan DPD PAN itu, JIMM hanya sebagai fasilitator. Menurut dia, JIMM diminta untuk mendampingi para kader PAN dari Pasigitan Boja untuk bernegosiasi dengan DPD PAN.

Pernyataan senada disampaikan Rusmono Rudi Nuryawan (Kokam). Dia mengklarifikasi pemberitaan, aksi unjuk rasa di DPD PAN dikoordinasikan oleh JIMM dan sebuah LSM. Menurut dia, Kokam yang memfasilitasi aksi demo itu seperti dijadikan sasaran pemberitaan.

"Akan lebih baik, kalau dalam berita itu disebutkan nama LSM yang dimaksud sehingga lebih jelas. Tapi perlu kami jelaskan, aksi 15 Mei lalu itu murni dari kader PAN. Kokam hanya diminta memfasilitasi pengamanan, mengingat pengalaman kami melakukan aksi dengan tertib selama ini," ujar Rusmono. (H9-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA