logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Mei 2005 SEMARANG
Line

Dua Ruang Kelas SD Kunjeng 2 Roboh

GROBOGAN - Dua ruangan kelas, yakni kelas I dan II SD Negeri 2 Kunjeng Kecamatan Gubug, Grobogan, Selasa (24/5) pukul 16.00 roboh. Bagian atap bangunan yang didirikan sejak 1977 itu rata dengan tanah, sedangkan sebagian dindingnya ambrol.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun pihak sekolah diperkirakan menderita kerugian Rp 100 juta. Kondisi ini menyebabkan kegiatan pembelajaran bagi 68 siswa yang menempati ruang kelas itu terpaksa dialihkan ke kantor guru dan TK Pertiwi yang berada di kompleks SD tersebut.

Selain itu, ruang kelas III juga terpaksa dikosongkan karena kondisinya rusak berat. Bagian kap dan kuda-kudanya sudah putus, eternit dan bagian dinding rusak, serta lantainya pun mengelupas.

Sementara itu, tiga ruang kelas lainnya hingga kini masih dipergunakan. Padahal kondisinya juga cukup memprihatinkan. Beberapa atap ruangan-ruangan itu sudah mulai lapuk. Demikian juga dengan rumah dinas kepala sekolah, guru, dan penjaga SD. Kondisi bangunan-bangunan itu juga sangat memprihatinkan, bahkan tidak layak huni.

Kepala Sekolah SD Kunjeng 2 Gubug S Hendrokusumo Spd mengatakan, ruang kelas itu sebelumnya mengalami rusak berat karena beberapa kali terkena banjir. Selain itu, usia gedung sekolah sudah terlalu tua. Karena itulah pada akhirnya dua ruang kelas SD tersebut roboh.

"Kami sudah mengusulkan perbaikan sekolah tersebut," katanya.

Dia juga menambahkan, sebelum kegiatan pembelajaran dilakukan, para guru merasa tidak tenang karena khawatir ruang kelas tersebut roboh. Karena itu sejak Tahun Ajaran 2003/2004 lalu, pembelajaran dipindah ke sekolah TK yang berada di kompleks sekolah tersebut.

"Dari tiga ruang kelas itu, satu di antaranya masih dipergunakan untuk pembelajaran kelas III. Namun sekarang, siswa kelas III dipindah ke ruang guru karena kondisi ruang kelas membahayakan keselamatan anak-anak," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, TK tersebut dirasa kurang memenuhi syarat untuk pembelajaran. Sebab sebagian dindingnya yang terbuat dari kayu itu juga sudah ada yang lapuk.

Sementara itu, Camat Gubug Pudji Raharjo SH MM menyatakan dua lokal kap sekolah itu ambrol dan temboknya pun retak. Sudah satu tahun ini proses pembelajaran siswa dipindahkan. (H3-56m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA