| Kamis, 26 Mei 2005 | SEMARANG |
Tim Sukses PDI-P Kebingungan
SEMARANG- Tim sukses pasangan calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (wawali) dari PDI-P mengaku kebingungan. Kendati sudah disahkan melalui SK DPC PDI-P No 520/IV/2005, tim sukses itu belum juga dapat bergerak. Pasalnya, baik Soendoro maupun R Yuwanto yang diusung PDI-P tidak pernah melakukan koordinasi. Sekretaris Tim Sukses, Bambang Sutrisno, menyatakan sampai sekarang belum pernah diajak berkoordinasi. Bahkan, Bambang mengaku kesulitan menghubungi Soendoro karena yang bersangkutan tidak pernah mau mengangkat telepon. Hingga kemarin, ia bahkan belum mengetahui lokasi sekretariat tim sukses. Hal itu bertolak belakang dengan tim sukses tiga pasangan cawali yang sudah melakukan sosialisasi. ''Nampaknya Soendoro hanya pinjam PDI-P sebagai kendaraan politik untuk mencalonkan diri. Kalau demikian, DPC PDI-P hendaknya segera mengambil sikap,'' ungkap Bambang, Rabu (25/5). Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Semarang Utara ini juga menilai Soendoro tidak begitu berniat memenangkan diri dalam pilkada, 26 Juni. Sebagai kader PDI-P dan Sekretaris Tim Sukses, iamengaku kecewa. Dia menyatakan, sudah beberapa kali PAC berinisiatif menyosialisasikan pasangan calon PDI-P ke akar rumput. Bahkan, biaya sosialisasi pun ditanggung kader PDI-P. Namun upaya itu rupaya tidak mendapat respons positif dari calon yang diusung. Karena itu, pihaknya meminta pengurus DPC meninjau kembali surat edaran yang berisi instruksi agar kader DPD, DPC, PAC, maupun ranting mendukung pencalonan Soendoro-Yuwanto. ''Kalau dukungan terus diberikan sementara orang yang didukung tidak merespon, apa tidak sama dengan menegakkan benang basah?'' tanya dia. Tidak Diangkat Jika tidak segera ada kepastian, PDI-P bisa saja menarik dukungan kepada Soendoro-Yuwanto. Kendati dicalonkan oleh PDI-P, partai itu bisa saja tidak memberikan dukungan. Namun demikian, Bambang belum memastikan sikap yang akan diambil PDI-P. Struktur tim sukses, lanjut Bambang, sebenarnya sudah cukup lengkap. Tim itu dipimpin Ketua DPC PDI-P Sriyono SSos. Beberapa Wakil Ketua seperti Soleh Sumarmi, Anton Antonius, dan G Suhartoyo membawahi beberapa divisi. Sementara Bambang Sutrisno dan Untung Sujarno diminta untuk menjadi sekretaris. Suara Merdeka sudah berusaha berkali-kali menghubungi ponsel Soendoro. Ada nada panggil, namun tidak diangkat. Terakhir, saat dihubungi pukul 20.45, yang bersangkutan tetap tidak mau mengangkat ponselnya. Terpisah, Sriyono mengakui tim kampanye PDI-P saling menunggu dengan pasangan Soendoro-Yuwanto. ''Saya akan membahas masalah ini di tingkat DPC,'' tegasnya. (H5-50) |