logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Mei 2005 SEMARANG
Line

Jelang Perayaan 600 Tahun Kedatangan Cheng Ho

Makam Dampoawang pun Turut Dirombak

RABU (25/5) siang, dua pekerja sibuk mendempul sebidang kayu berukir huruf tiongkok di salah satu sudut Kelenteng Sam Poo Kong, Gedungbatu, Semarang. Sebidang kayu berukir itu hanya digeletakkan begitu saja di atas sebuah meja untuk memudahkan pengerjaannya.

''Ini papan nama, tulisannya Sam Poo Kong. Mbacanya dari arah kanan, kayak huruf Arab. Rencananya mau dipasang di pintu gerbang utama,'' jelas salah seorang pekerja itu menjawab pertanyaan Suara Merdeka.

Pembuatan papan nama itu hanya bagian kecil dari pekerjaan besar revitalisasi Kelenteng untuk menyambut peringatan 600 tahun pendaratan Laksamana Cheng Ho (Sam Po Tay Djien) di Semarang, Agustus mendatang.

Pada sudut kelenteng yang lain, para pekerja sibuk menyelesaikan pengerjaan sejumlah bangunan. Terutama pada empat titik utama, yakni bangunan kelenteng induk, makam Kiai Juru Mudi Dampoawang, gedung penginapan, dan pintu gerbang utama yang terletak di sisi selatan kelenteng.

Tiga bulan menjelang peringatan, pengerjaan bangunan itu telah mencapai 75 persen. Bangunan utama kelenteng sudah terlihat kemegahannya. Gedung bergaya tiongkok dengan atap bersap tiga itu menjulang dengan didominasi warna merah dan hijau muda.

Belasan pekerja terlihat sibuk menyelesaikan pembangunannya. Pengerjaan konstruksi sudah bisa dikatakan selesai. Mereka tinggal melakukan pekerjaan akhir, seperti pembuatan patung naga di pintu gua lama, di depan bangunan utama kelenteng. Pekerjaan itu dilakukan para pemahat yang didatangkan langsung dari Gianyar, Bali. Lampu-lampu bergaya tiongkok juga sudah terpasang, bergantungan di plafon ruang utama.

Bangunan Penginapan

Sementara itu, bangunan penginapan berlantai empat di ujung selatan kompleks kelenteng juga telah tegak berdiri. Jika dibandingkan, persentase pembangunan kelenteng induk itu masih belum ada apa-apanya. Menurut asisten pelaksana pembangunan gedung penginapan, Alfi, untuk mengejar deadline Agustus sudah tidak mungkin. Oleh sebab itu, pihaknya cuma diberi target menyelesaikan dua lantai.

''Pekerjaan akan kami fokuskan pada lantai satu dan dua. Itu pun cuma ala kadarnya, tanpa keramik. Yang penting, saat perayaan nanti sudah bisa untuk istirahat para tamu, lengkap dengan beberapa MCK di tiap-tiap lantai,'' jelasnya.

Serupa dengan gedung penginapan, bangunan makam Kiai Juru Mudi Dampoawang juga masih dalam tahap pengerjaan. Selain peninggian nisan, renovasi dilakukan dengan merombak total struktur bangunan. Gapura di sisi selatan kelenteng sudah tampak berdiri megah. Gapura itu direncanakan menjadi pintu gerbang utama, selain dua pintu masuk lain, yakni di sebelah timur dan utara kelenteng.

Para pekerja juga tengah mempersiapkan panggung hiburan berukuran 15x15 meter di depan pintu gerbang sebelah timur. Rencananya, panggung itu akan digunakan sebagai tempat pentas barongsai terlama, yang akan dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (Muri). (Rukardi, Fahmi Z Mardizansyah-33da)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA