| Kamis, 26 Mei 2005 | SEMARANG |
Sepak Terjang Tim Kampanye Cawali (1)Tak Mau Terjebak Hitungan MatematisSELEMBAR kertas ukuran folio berisi angka hitungan mundur hari menjelang pemilihan wali kota ditempel di dinding ruang tunggu sekretariat Tim Kampanye Sukawi Sutarip-Mahfudz Ali (Sukma). ''Jelang Pilkada 2005-2010, 32 Hari Lagi''. Demikian bunyi lembar kertas itu saat Suara Merdeka berkunjung ke Sekretariat Tim Sukma Kota Semarang di Jalan Sultan Agung, Rabu (25/5). Setiap hari lembar kertas itu diganti sesuai hitungan mundur menjelang pelaksanaan pilkada. Mendekati hari H pelaksanaan pilkada yang akan digelar Minggu (26/6), kesibukan di sekretariat yang menempati dua ruko berlantai dua itu makin kelihatan. Halaman parkir, tidak pernah sepi dari kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor. Minggu (22/5), pasangan nomor urut 1 dalam pemungutan suara ini, mendapat suntikan tenaga baru, yakni dukungan politik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dengan berlabuhnya dukungan partai dakwah ini, maka empat parpol berlatar belakang Islam mendukung pasangan Sukawi-Mahfudz. Keempatnya, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PKS. Secara matematis, pasangan Sukma telah mendapat dukungan dari mayoritas anggota DPRD Kota Semarang. Pasangan ini berarti mendapat dukungan 17 anggota DPRD yang berasal dari keempat parpol itu. Dukungan itu terdiri atas 6 anggota PAN, 5 anggota PKS, 4 anggota PKB dan 2 dari PPP. Kalau pencerminan jumlah anggota DPRD ini dapat diimplementasikan dalam perolehan suara, pasangan Sukma memimpin perolehan suara. ''Tapi, kami tidak mau terjebak dalam hitungan matematis seperti itu. Sebab sekarang era pemilihan langsung. Segala sesuatu bisa berubah setiap saat,'' kata Ketua Tim Kampanye Sukma, Nasrun M Yunus. Karena itu, pasangan Sukma terus melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan para calon pemilih. ''Alhamdulillah, sampai sekarang selalu ada undangan dari masyarakat,'' kata Nasrun. Dalam sehari, minimal belasan undangan harus didatangi Sukawi Sutarip dan Mahfudz Ali. Bahkan pernah sampai 12 undangan warga masuk ke Tim Sukma. ''Kami harus membagi siapa yang datang, apakah Pak Kawi atau Pak Mahfudz atau kedua-duanya,'' ungkapnya. Yang agak mengharukan, sambung Nasrun cawali Sukawi Sutarip sering diminta warga meresmikan pembangunan sarana sosial. Padahal sudah tidak menjabat wali kota lagi. Persiapan Tim Sukma, boleh dikatakan sudah matang. Tim relawan Sukma sudah terbentuk sampai ke tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Anggota relawan berjumlah 10-20 orang setiap TPS. Adapun tim kampanye resmi yang dimiliki Sukma, di tingkat kota berkekuatan 60 orang. Di tingkat kecamatan kekuatannya 25 orang dan kelurahan berjumlah 20 orang di luar kekuatan per TPS. ''Kekuatan itu belum termasuk para tim relawan Sukma,'' ungkap dia. Keanggotaan tim kampanye dan relawan ini, sambung dia kemungkinan besar bertambah seiring dengan bergabungnya PKS dalam memberikan dukungan pada Sukma. Anggota Tim Pilkada PKS, Agung Budi Margono menyatakan pihaknya masih berkonsultasi ke KPU Kota, apakah masih diperbolehkan menambah daftar tim kampanye. Seandainya dilarang, kader PKS bergeraknya dalam tim relawan. Semangat sepi ing pamrih rame ing nggawe, sambung Nasrun, menjadi spirit tim kampanye dan tim relawan Sukma. (Jamal Al Ashari, Ninik D-33) |