| Kamis, 26 Mei 2005 | KEDU & DIY |
Cabup Kehabisan ''Peluru''KEBUMEN- Koordinator Komite Independen Pemantau Pemilu Daerah (Kippda) Kebumen Ali S Bisyir menduga, sepinya masa kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) karena para calon bupati (cabup) kehabisan ''peluru'' atau modal. ''Ini terjadi lantaran saat penjaringan cabup di masing-masing partai diduga diwarnai politik uang. Akibatnya, saat kampanye para calon itu kehabisan modal untuk menarik simpati pemilih,'' kata Ali, kemarin. Dia juga menyayangkan langkah KPUD menyosialisasikan tahapan pilkada masih kurang maksimal. Apalagi, dia sejak dulu telah mengkritisi tahapan pilkada yang disusun KPUD terlalu mepet, sehingga terbukti banyak yang meleset dari jadwal yang ditetapkan. Dia yang mengamati jalannya kampanye di Kebumen sepi dan tanpa gereget. Bahkan respons masyarakat terasa kurang. Padahal sebenarnya masyarakat sangat menunggu. ''Saat ini tidak ada satu pun cabup membagi-bagikan kaus. Paling hanya stiker, spanduk pun terbatas,'' tandas dia. Menurut Ali, bukti para cabup itu telah kehabisan peluru atau modal, setelah terjadi konflik di beberapa tim sukses. Beberapa tim sukses cabup dikabarkan pecah atau menarik dukungan, lantaran kecewa dengan janji yang disampaikan para cabup sebelumnya. Dia berpendapat, penarikan dukungan itu lantaran sejak mekanisme penjaringan di tiap partai kurang mengakomodasi kepentingan calon. Bahkan saat itu partai politik terlalu berkuasa, sehingga para calon harus mau menuruti apa keingingan partainya agar bisa menjadi calon. Secara terpisah Ketua KPUD Kebumen Teguh Purnomo SH menegaskan Pilkada Kebumen tetap digelar 5 Juni. Bahkan saat ini logistik pilkada itu 80% telah sampai di PPK, dan untuk surat suara disortir petugas sebelum didistribusikan ke masing-masing TPS. Pihaknya menjamin segenap jajaran PPK dan PPS telah siap menyelenggarakan pilkada. Termasuk dukungan keamanan dari Polres dan pihak terkait. Teguh juga berharap pilkada langsung nanti berjalan aman dan demokratis, sehingga hasilnya diterima semua pihak. Sementara itu, isu pendudukan kantor KPU Kebumen di kompleks Pemkab kemarin tidak terbukti. Namun aparat keamanan Polres Kebumen dan satpol PP sejak pagi terlihat bersiaga di kantor KPUD tersebut. Bahkan jumlah anggota Polres Kebumen yang berjaga ditambah. Termasuk dengan mendatangkan pasukan dari Brimob Kutoarjo. Kapolres Kebumen AKBP Lilik Purwanto SH MHum kemarin terlihat memimpin langsung pengamanan Gedung KPUD. Di Gedung KPUD, pasangan cabup HM Koesnanto Karsoprayitno-KH Mudjani Bunyamin dari PKB menyampaikan kampanye dialogis di hadapan sejumlah LSM, mahasiswa, dan tokoh masyarakat. Kamis ini, giliran cabup Ananto Tri Sasongko-Suprapto dari Partai Golkar tampil dalam dialog interaktif di KPUD.(B3-39s) |