| Kamis, 26 Mei 2005 | INTERNASIONAL |
Lintas JagatBayi Setahun Ditangkap PolisiPUERTO PROGRESSO - Seorang bayi berusia satu tahun ditangkap aparat kepolisian. Bayi mungil itu bahkan sempat menginap semalam di penjara. Pasalnya, bayi laki-laki itu ditangkap ketika ayahnya, Roger Sagundo, tertangkap basah sedang mengutil enam botol vodka dari sebuah swalayan di Puerto Progresso, Meksiko, kemarin. Sagundo meletakkan botol-botol minuman keras itu ke dalam kereta dorong bayinya. Dia pun langsung bergegas kabur. Namun aksinya itu keburu ketahuan petugas keamanan swalayan. Sagundo pun dibekuk aparat. Karena botol-botol minuman curian itu ditemukan di dalam kereta dorong bayinya, sang bayi pun tak luput dari cidukan polisi. ''Polisi yang tiba di lokasi lebih dulu menganggap bahwa sudah sepantasnya si bayi dicatat sebagai kaki tangan, karena botol-botol itu ada di dalam kereta dorongnya,'' kata seorang juru bicara kepolisian Meksiko. Akibatnya, ayah dan anak itu sempat mendekam semalam di sel tahanan. ''Ayah dan putranya dikirim ke penjara, namun baru keesokan paginya polisi yang bertugas di penjara menyadari kalau putra Sagundo itu masih bayi,'' jelas juru bicara tadi. Sang bayi yang notabene belum tahu apa-apa itu pun langsung dibebaskan. Sementara si ayah yang memanfaatkan bayinya dalam aksi mengutil itu masih meringkuk di bui.(dtc-26) Pemimpin Hong Kong Mundur HONG KONG - Pemimpin sementara Hong Kong Donald Tsang mengundurkan diri, Rabu kemarin, untuk memperebutkan jabatan politik tertinggi di kota itu dalam pemilihan Juli mendatang. Tsang telah mendapat restu dari para pemimpin China. Beberapa sumber politik mengatakan, dia dipastikan akan menang dalam pemilu itu. Alasannya, kepala eksekutif Hong Kong sekarang bukan dipilih langsung oleh warga setempat, melainkan oleh badan elektoral bentukan Beijing. Badan elektoral itu terdiri atas 800 orang. Mantan pemimpin Tung Chee-hwa mundur Maret lalu, dengan alasan kesehatannya memburuk. Namun para pengamat yakin, Beijing mendalangi pengunduran diri Tung dan menggantinya dengan Tsang. Rekayasa politik tersebut menyulut kekhawatiran bahwa China makin campur tangan urusan Hong Kong. ''Tsang mengajukan pengunduran diri hari ini, agar dapat mencalonkan diri sebagai Kepala Eksekutif dalam pemilihan. Permohonan mengundurkan diri itu diajukan kepada Dewan Negara,'' bunyi pernyataan pemerintah, kemarin. Menteri Keuangan Henry Tang akan bertindak sebagai penjabat Kepala Eksekutif setelah Tsang meninggalkan jabatan itu.(rtr-ben-26) |