logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Mei 2005 INTERNASIONAL
Line

Tiga Sandera Filipina Lompat dari Pikap

MANILA - Tiga sandera melompat dari sebuah mobil yang melaju cepat di Filipina selatan, Rabu kemarin. Mereka berhasil meloloskan diri dari para penculik.

Langkah berani itu mengakhiri drama penyanderaan sehari yang dimulai ketika sekelompok orang bersenjata membajak sebuah bus, Selasa lalu.

Orang-orang bersenjata pistol dan granat tangan itu meninggalkan mobil pikap tersebut setelah ketiga sandera meloloskan diri. Dua sandera lainnya dibebaskan dalam kondisi tanpa cedera.

Para serdadu mengejar kelompok bersenjata itu. Mereka berlari menuju sebuah bukit di dekat Kota Lakewood, sebelah barat Pulau Mindanao.

Brigjen Gabriel Habacon mengatakan, tiga sandera yang melompat dari mobil pikap tersebut telah dibawa ke rumah sakit.

Polisi mencurigai ketiga pembajak bus itu berasal dari sebuah kelompok penjahat setempat bukan kaum komunis atau gerilyawan muslim yang berbasis di Pulau Mindanao.

Namun seorang pembajak, yang mengaku bernama Jun, mengklaim bahwa mereka anggota Tentara Rakyat Baru, sayap bersenjata kelompok komunis.

Orang-orang bersenjata itu naik ke bus bersama para penumpang lain. Namun mereka panik ketika bus dihentikan di sebuah pos pemeriksaan AD Filipina, Selasa lalu.

Periksa Bus

Seluruh penumpang diperintahkan turun oleh petugas saat hendak memeriksa bus tersebut.

Pasukan keamanan mengizinkan bus tersebut meninggalkan pos pemeriksaan, Selasa malam lalu setelah orang-orang bersenjata itu mengancam para sandera. Namun, bus itu tergelincir di sebuah parit dekat Kota Labangan.

Para pembajak menyandera 16 orang yang berada di bus tersebut. Polisi mengatakan, para pembajak hanya mengajukan satu permintaan, yakni sebuah mobil pikap.

Dengan mengenakan topeng pemain ski, orang-orang bersenjata itu tetap menyandera lima orang ketika mereka melaju dengan mobil pikap tersebut menuju Kota Ipil, kemarin.

Kelompok bersenjata itu sebelumnya membebaskan seorang bocah perempuan berusia enam tahun, Selasa lalu. Sopir bus, kondektur, dan seorang wanita penumpang melarikan diri Selasa malam.

Beberapa provinsi termiskin Filipina berada di Pulau Mindanao tersebut. Pulau itu juga menjadi tempat persembunyian kelompok-kelompok kriminal dan gerilyawan. (rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA