logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Mei 2005 EKONOMI
Line

Pameran Bursa Kerja di Rimba Graha

Rela Antre dan Berdesakan Berjam-jam

MAHAL memang, harga sebuah pekerjaan di zaman sekarang. Untuk mendapatkannya, orang harus berikhtiar sekuat tenaga dengan berbagai cara, satu di antaranya dengan mengikuti bursa lowongan kerja.

Seperti yang terlihat dalam Pameran Bursa Kerja dan Launching Bursa Kerja Online yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng di Gedung Rimba Graha, Jalan Pahlawan, Semarang, 25-27 Mei.

Ribuan pencari kerja datang ke tempat itu dengan pengharapan serupa, beroleh pekerjaan yang diidamkan. Untuk mengejar harapan tersebut, mereka rela menghabiskan waktu berjam-jam, antre dan berdesak-desakan. Tak peduli pakaian yang semula rapi menjadi lusuh, badan yang segar dan wangi bersimbah keringat. Para pencari kerja itu, baik laki-laki atau perempuan, lulusan SLTA atau sarjana, berbaur menjadi satu, sekali lagi demi sebuah pekerjaan.

Terlebih di antara 46 perusahaan yang mengikuti pameran bursa kerja tersebut, sebagian di antaranya punya nama besar, seperti PT Garuda Food Putra-putri Jaya, PT Ungaran Sari Garmen, Bank Danamon, PT ABN AMRO, Hotel Ciputra, PT Konimex, PT Pharos Indonesia, dan PT SAI Apparel Industries. Mereka menawarkan 18.322 lowongan dari berbagai tingkat jabatan, mulai manajer sampai tenaga staf.

Tak mengherankan jika hal itu menjadi daya tarik bagi para pencari kerja. Tak cuma dari Semarang, melainkan juga dari kota-kota lain di seantero Jawa Tengah. Seorang di antara pencari kerja itu adalah Agung Prihatmoko (27). Lelaki asal Laweyan Solo itu sudah datang semenjak pagi, jauh sebelum acara dibuka oleh Direktur Pengembangan dan Perluasan Depnakertrans Widodo.

''Biar nggak kemrungsung, saya berangkat dari Solo sejak kemarin sore (Selasa, 24/5-Red). Semalam saya nginap di rumah saudara di Banyumanik, lalu pagi-pagi datang ke sini,'' kisahnya.

Bukan Pengangguran

Meski mencari pekerjaan, Agung sejatinya bukan pengangguran. Statusnya saat ini adalah karyawan sebuah perusahaan pengembang di Yogyakarta. Namun lantaran belum merasa puas, alumnus Fakultas Ekonomi UPN Veteran Yogyakarta itu pun datang untuk beroleh pekerjaan baru.

''Saya pingin nyari gaji yang lebih tinggi, selain itu juga lokasi pekerjaan yang lebih dekat dari rumah. Saya tinggal di Solo, pinginnya kerja di Solo, biar nggak capek''.

Pada pameran bursa kerja kali ini, ia mengincar dua lowongan. Pertama Asisten Administrasi PT Konimex dan Financial Consultant ABN AMRO. Agung sudah tahu lowongan itu dari media cetak yang mengumumkan sebelumnya. Untuk itu, lelaki yang baru saja menikah tersebut telah menyiapkan berkas-berkas lamarannya dari rumah.

Berbeda dengan Agung, Alfitaurama Anugrah (19) masih bingung menentukan lowongan pekerjaan. Lulusan STM Pelita Nusantara Semarang itu terlihat celingukan di dalam ruang pameran bursa kerja. Di depan salah satu stan yang menerima kualifikasinya sebagai keryawan, ia masih merasa gamang.

''Ini stan perusahaan produsen alat berat yang saya inginkan. Tapi sayang, karyawan yang diterima akan ditempatkan di Pulau Batam,'' keluhnya.

Lowongan pekerjaan tak cuma di dalam negeri. PT Leres Kahuripan Sejati siap menyalurkan pelamar ke luar negeri sebagai tenaga kerja bidang industri, konstruksi dan perkebunan. Ada tiga negera tujuan yang mereka tawarkan, yakni Taiwan, Malaysia dan Korea. (Rukardi-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA