| Kamis, 26 Mei 2005 | EKONOMI |
Pasarkan Produk melalui InternetTanya: Saya pengusaha dengan produk vanili berkapasitas produksi cukup untuk standar ekspor. Beberapa waktu yang lalu saya datang ke kantor Java Trade House di Semarang. Ketika bertemu pihak manajemen memperoleh penjelasan tentang penggunaan website. Terus terang selama ini saya belum pernah menggunakan internet dalam memperkenalkan produk ke luar negri. Untuk sementara ini hanya menggunakan perantara (broker) sehingga tidak bertemu langsung dengan pembelinya. Mendapat penjelasan tentang website saya sangat tertarik karena bisa berhubungan secara langsung dengan calon pembeli di Eropa. Soal iuran, menurut saya tidak terlalu mahal, mengingat fungsi yang dijalankan cukup besar. Persoalan yang saya hadapi adalah: 1. Saya sangat awam dalam mengoperasionalkan program website. 2. Beberapa kru manajemen menanyakan bagaimana prediksi atau jaminan bila saya memasarkan produk itu lewat website? H Harwanto, Parakan,Temanggung Jawab: Terima kasih atas partisipasi Bapak H Harwanto di klinik marketing. Ada hal menarik karena pertanyaan Bapak menyangkut masalah peningkatan kapasitas ekspor melalui strategi e-marketing. Secara kebetulan hari ini Gubernur Jateng H Mardiyanto meresmikan pembukaan Java Trade House di Rotterdam yang juga dihadiri oleh sekitar 40 buyer potensial di Belanda. Nah, penjelasan mengenai kendala Anda yang merasa sangat awam menggunakan teknologi internet bisa kami jelaskan sebagai berikut : 1. Website adalah kantor/toko maya (virtual shop) yang ada di internet yang memungkinkan produk Anda diketahui oleh orang sedunia melalui fasilitas tersebut. Dengan memiliki website sendiri berarti dapat meletakkan foto atau gambar, dan keterangan lain tentang produk Anda. Semua orang dapat melihat produk itu ketika mengakses. Calon pembeli akan melihat semua produk Anda dan mereka mendapatkan apa yang mereka perlukan sehingga yang Anda lakukan hanya memonitor melalui website. Untuk kesulitan pengoperasionalan website, kami telah konfirmasikan kepada manajemen Java Trade House. Mereka bersedia memberi pelatihan bagi para anggota hingga bisa mengoperasionalkan program tersebut. Informasi selengkapnya bisa langsung konsultasi dengan Sdr Yudi (024) 3583577 atau 08156528973. 2.Mengenai jaminan kenaikan order penjualan setelah menjalankan e-marketing semua akan kembali lagi pada mekanisme pasar. Kini pasar sangat memiliki kekuasaan untuk menentukan dan memilih siapa yang menjadi pemimpin pasar. Bahkan konsep pemasaran kini sudah beranjak dari Unique Selling Point (USP) ke Me Selling Point (MSP). Itu artinya keunikan atau poin-poin yang diunggulkan harus didasarkan pada pasar, bukan dari sudut produser semata. Namun sekadar ilustrasi dari dampak e-marketing kami memiliki teman yang mempunyai bisnis mebel. Usahanya baru didirikan pada September 2004 dengan modal awal Rp 60 juta. Setelah menggunakan e-marketing total transaksi hingga bulan kemarin mencapai Rp 6 miliar. Itu bukan cerita provokatif. Jika ingin membuktikan, maka kami bisa mempertemukan dengan yang bersangkutan di Semarang. Namun dia juga menjelaskan bahwa teknologi informasi hanyalah nilai tambah. Kreativitas dan kemampuan membangun strategi pemasaran tetap menjadi kunci utama. Demikian kami sampaikan kepada Bapak selintas jawaban mengenai masalah e-marketing yang akhir-akhir ini sering dipublikasikan sebagai media pemasaran yang sangat efektif untuk memperluas jangkauan pasar. Perlu kami informasikan dalam waktu dekat IMA Jateng akan bekerja sama dengan Java Trade House dan Junior Chamber Indonesia (JCI) untuk membuat program sosialisasi dan edukasi kepada pelaku bisnis yang sudah berorientasi ekspor bernama Java Club. Program itu mencoba membantu pengusaha lokal untuk mengenal perilaku pasar global dengan menghadirkan para ekspatriat untuk berbicara tentang budaya bisnis mereka. Mengenai acara itu Anda bisa menghubungi sekretariat IMA Jateng Jalan Pandanaran 30 Semarang.(27) |