logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Mei 2005 EKONOMI
Line

Delapan Bank Raih Penghargaan Terbaik 2005

JAKARTA- Delapan bank masing-masing Bank Danamon, Bank Niaga, Bank Panin, Bank Mestika Dharma, Bank Jabar, Bank DKI, BPD Nusa Tenggara Timur, dan Bangkok Bank meraih Penghargaan Bank Terbaik 2005 dari Majalah Investor.

"Bank-bank tersebut terpilih menjadi bank terbaik berdasarkan hasil pemeringkatan versi Majalah Investor dengan menggunakan 12 kriteria pemeringkatan," kata ekonom dari Indef (Institute for Development of Economics and Finance) Aviliani yang menjadi juri dalam penilaian Bank Terbaik 2005 usai penyerahan penghargaan di Hotel Nikko Jakarta, kemarin.

Kriteria yang digunakan antara lain CAR (capital adequacy ratio), NPL (non performing loan), ROA (return on asset), ROE (return on equity), NIM (net interest margin), BOPO (perbandingan beban operasional dan pendapatan operasional, LDR (loan to deposit ratio), rasio pendapatan nonbunga bersih, pertumbuhan kredit dua tahun, pertumbuhan laba operasional dua tahunan dan rasio utilitas kredit.

Dalam proses pemeringkatan itu, Pemimpin Redaksi Majalah Investor Primus Dorimulu yang juga anggota juri mengatakan, Investor menerapkan seleksi yang cukup ketat, antara lain memiliki CAR minimum 8,0%, tidak mendapat opini disclaimer pada laporan keuangan tahun 2004, memenuhi ketentuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) tidak melebihi 50 persen, serta Giro Wajib Minimum tidak kurang dari lima persen, sehingga ada 116 bank umum yang lolos saringan seleksi awal.

Dengan 12 kriteria penilaian itu, Bank Danamon menempati peringkat teratas kategori bank umum nonrekap dengan aset di atas Rp50 triliun dan menyisihkan empat bank terbesar lainnya, yaitu Bank BRI, Bank BCA, Bank BNI dan Bank Mandiri.

Di kategori bank umum rekap dengan aset di atas Rp 10 triliun hingga Rp 50 triliun, posisi tertinggi ditempati Bank Niaga menyisihkan empat bank yang berkategori sama yaitu BII, Bank Lippo, Bank Permata dan Bank Tabungan Negara (BTN). Sementara kategori bank umum nonrekap dengan aset di atas Rp10 triliun hingga Rp50 triliun diduduki oleh Bank Panin.

Untuk bank nonrekap dengan aset di atas Rp 1 triliun hingga Rp 10 triliun, Bank Mestika Dharma menyisihkan 29 bank lain berkategori sama. Sementara Bangkok Bank meraih penghargaan bank asing terbaik mengungguli sembilan bank asing lainnya yang beroperasi di Indonesia.

Dari kelompok BPD (bank pembangunan daerah), terjaring dua bank terbaik yaitu Bank DKI yang memiliki aset Rp 5 triliun hingga Rp 10 triliun, dan BPD Nusa Tenggara Timur yang mengungguli 17 BPD lain yang memiliki aset di bawah Rp5 triliun.

"Bank Jabar memperoleh penghargaan bank terinovatif, yang merupakan penghargaan khusus. Bank tersebut masuk dalam kelompok bank beraset di atas Rp10 triliun," kata Aviliani lagi.

Kategorinya hanya rekap dan nonrekap serta berdasar aset, bukan karena Bank BUMN sedang ada masalah. Berdasarkan penilaian, BRI hanya berada satu tingkat di bawah Bank Danamon.

Pemberian penghargaan bank terbaik itu merupakan hajatan tahunan Majalah Investor yang kelima kalinya.

Namun tahun ini tidak ada pemenang kategori bank umum nonrekap beraset di bawah Rp1 triliun dan tidak ada pemeringkatan untuk tiga bank syariah yang beroperasi seperti tahun sebelumnya.

Para juri yang terlibat dalam penilaian Bank Terbaik 2005 selain Aviliani dan Primus Dorimulu adalah Direktur CBC (Central Banking Crisis) Deny Daruri, analis perbankan Joshua Tanja dan mantan Dirut Bank Bumiputera Winni Hassan. (ant,bn-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA