SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Jumat, 20 Mei 2005

 

- Begitu lahirnya, begitu pula matinya. Sebuah penggambaran awal dan akhir kehidupan yang sering diungkapkan oleh Ki Timbul Hadiprayitno. Ketika lahir, bayi menangis sekerasnya. Sementara orang sekelilingnya berbagi tawa bahagia. Sebaliknya, ketika meninggal seseorang sangat mungkin berbahagia, sementara orang- orang sekelilingnya bersedih. Jika yang terjadi tidaklah demikian, biasanya terjadi sesuatu yang tidak biasa pada orang itu atau sekelilingnya.

- Selama setengah bulan, yakni dari 23 Mei sampai 6 Juni 2005, pasokan listrik di wilayah Jawa, Madura, dan Bali akan defisit atau berkurang antara 77 dan 267 mega watt (MW), karena pada saat itu BP Offshore North West Java akan menyambung pipa gas atau tie-in ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang berkapasitas 465 MW, dan Tanjung Priok berkapasitas 1.246 MW.

 

AMIEN Rais, mantan ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara terbuka menyatakan mendukung Din Syamsuddin untuk menjadi ketua umum PP Muhammadiyah dalam Muktamar ke-45 yang akan datang (Jawa Pos, 1 Mei 2005).

KETIKA hari ini kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional, ada seorang pengarang yang sebenarnya menggugat terhadap salah pilih sejarah untuk hari ini. Dia adalah Pramoedya Ananta Toer, yang dengan tetraloginya Bumi Manusia

Saya turut ucapkan berduka atas musibah perkosaan yang menimpa putri Bpk serta memahami kesedihan/kekecewaan dalam menghadapi proses hukum. Bapak Yoyok tidak sendirian sebab banyak juga yang mengalami hal yang sama, bahkan mungkin ada yang lebih parah.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA