logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 SALA
Line

Hari Jadi Ke-264 Kabupaten Wonogiri

Kemiskinan dan Pengangguran Berkurang

KAMIS (19/5) ini, merupakan Hari Jadi Ke-264 Kabupaten Wonogiri. Menandai puncak peringatan hari bersejarah itu, di Pendapa Kabupaten Wonogiri akan digelar silaturahmi antara eksekutif dengan legislatif dalam nuansa kejawen, yakni semua yang hadir mengenakan pakaian kejawen jangkep (beskap, kain jarik dan berkeris).

Peringatan hari jadi kali ini, mengambil tema ''Dengan Semangat Perjuangan RM Said dan Hari Jadi Ke-264 Kabupaten Wonogiri, Kita Sukseskan Pilkada dan Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa''.

Menurut Bupati, H Begug Poernomosidi, tema itu mengandung makna bagaimana semua komponen masyarakat dapat memberikan peranan positif untuk mengangkat harkat dan martabat, serta peningkatan kesejahteraan rakyat Wonogiri.

Pada 2005 ini, merupakan saat-saat terakhir masa jabatan Bupati, H Begug Poernomosidi, dan Wakil Bupati, dokter Y Sumarmo, untuk periode 2000-2005. Selama lima tahun memimpin, sudah banyak keberhasilan dan kemajuan yang telah dilakukan Bupati Begug kepada rakyat dan Pemkab Wonogiri. Namun demikian, sebagai manusia biasa, dia menyadari sebagai hal yang mustahil dapat terbebas dari kekurangan.

Ketujuh masalah pokok Wonogiri tersebut, terdiri atas penanganan kemiskinan, mengurangi pengangguran, penanggulangan bencana kekeringan, peningkatan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur, dan peningkatan pendapatan.

Untuk penanganan kemiskinan, kata Bupati, telah dilakukan penanganan terpadu melalui 95 kegiatan dengan dana Rp 12,950 miliar, dan keberhasilannya mampu mengurangi jumlah keluarga miskin dari 134.144 kepala keluarga (KK) menjadi 129.836 KK atau tinggal 43,78%.

Penanganan pengangguran, dilakukan melalui 14 kegiatan dengan dana Rp 1,021 miliar, yang hasilnya mampu meningkatkan jumlah partisipasi angkatan kerja menjadi 88,78%, serta menekan angka pengangguran terbuka.

Kesehatan Dasar

Masalah kesehatan, keberhasilannya ditandai dengan meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan dasar, yakni menurunnya angka kematian kasar, kematian bayi, balita dan ibu, serta angka kesakitan akibat demam berdarah, dan meningkatnya gizi masyarakat.

Masalah pendidikan, keberhasilannya ditandai dengan meningkatnya angka partisipasi anak yang sekolah, kualitas pendidikan, dan meningkatnya kemampuan baca tulis penduduk.

Masalah kekeringan, digarap melalui 82 kegiatan dengan dana Rp 9,644 miliar. Keberhasilannya ditandai dengan meningkatnya cakupan layanan air bersih, yang semula hanya mencakup 47.661 jiwa (55,04%) menjadi 57.506 jiwa (64,18%). Peningkatan luas lahan pertanian, juga terjadi hingga mencapai 10,269 hektare.

Masalah aparatur, telah dilaksanakan 32 kegiatan dengan dana Rp 2,256 miliar. Keberhasilannya ditandai dengan menurunnya pegawai yang melakukan pelanggaran. Sebaliknya, jumlah pegawai yang mengikuti diklat dan meneruskan pendidikan formal ke jenjang yang lebih tinggi semakin meningkat.

Masalah pendapatan yang dilaksanakan melalui 20 kegiatan dengan dana Rp 4,356 miliar, memberikan pencapaian hasil naiknya pendapatan daerah, yang semula Rp 404,098 miliar menjadi Rp 423,948 miliar. Di dalamnya, termasuk peningkatan pendapatan asli yang semula 26,118 miliar menjadi Rp 29,254 miliar. (Bambang Pur-42ha)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA