| Kamis, 19 Mei 2005 | SALA |
Bermain Musik Kembangkan Kecerdasan AnakBERMAIN musik lewat ansambel sejak dini adalah cara yang mudah dan menyenangkan untuk mengembangkan kecerdasan anak dan remaja. Selain itu, juga akan membentuk perilaku dan sikap anak-anak maupun remaja menjadi lebih baik dan teratur. Agus Rusli, seorang musisi kawakan yang juga pengajar Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengemukan hal itu pada peresmian Ansambel Musik Anak dan Remaja Indonesia (Amari) Solo di Jaya Kafe Hotel Indah Jaya, belum lama ini. Penggagas musik pendidikan itu sangat yakin bahwa lewat musik, kecerdasan anak dan remaja akan berkembang dengan baik. Perkembangan itu antara lain terjadi pada daya konsentrasi dalam belajar di sekolah, di rumah maupun bersama teman-temannya. Selain itu kemampuan mereka dalam mencerna, memecahkan, dan menyelesaikan soal meningkat sehingga hal itu dapat mereka lakukan dengan cepat dan tepat. Bukan hanya itu, menurut pengamatan dia, kemampuan anak dalam memilih dan menyusun kata-kata dengan tepat dalam berkomunikasi juga meningkat. "Saya juga melihat peningkatan kemampuan anak dalam "memanggil" kembali memori dalam otaknya untuk dipergunakan dalam waktu yang cepat dalam kondisi yang tepat pula," ujarnya. Dengan bermain musik, sikap dan perilaku anak dan remaja juga berkembang dengan baik. Rasa percaya diri anak atau remaja akan tumbuh sehingga mereka mampu mengaktualisasikan diri dalam situasi dan kondisi yang ada di sekitarnya. Kepekaan Manfaat lain yang dapat diperoleh adalah kerja sama karena musik bukan permainan individu. Begitu juga dalam permainan sebuah ansambel yang terdiri dari beberapa pemain, tentu mengajarkan anak-anak berada dalam sebuah team work. Mereka akan merasa bertanggung jawab pada setiap tugas yang dipercayakan kepadanya dan mengerjakan dengan tekun, cermat, bersemangat dan berkualitas. "Anak-anak akan mempunyai kepekaan, kepedulian terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Mereka juga akan berempati pada kesusahan, kesedihan, dan penderitaan orang lain," kata Agus Rusli lagi. Dengan kebiasaan dalam bermain musik, menurut dia, anak-anak akan mempunyai disiplin yang tinggi. Kebiasaan meletakkan dan mengembalikan alat-alat musik setelah bermain, juga akan dilakukan di rumahnya. Sikap sportif dan menerima pendapat orang lain ini pasti bisa didapatkan dengan bermain musik secara kelompok. Amari Solo, menurut ketuanya Drs Sudiyanto yang juga Direktur Umum PDAM Solo, saat ini didukung sekitar 25 anak dan remaja yang sudah mempunyai ketrampilan dasar bermain musik. Kini kelompok musik itu juga menerima anggota baru yang ingin bergabung dan dilatih sejumlah musisi berpengalaman. Salah satunya adalah Mursid, seorang pengajar musik alumni ISI Yogyakarta. "Selain pengajar maupun praktisi musik, Amari juga didukung para pemerhati musik di Solo," katanya. Hadir dan memberi sambutan dalam acara itu Ketua Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (Hamkri) Solo Hj Waljinah dan Kepala Taman Budaya Jawa Tengah Drs Murtidjono. Waljinah berharap Amari mampu berkembang dan menjadi penjaga gawang dalam pelestarian musik Indonesia.(Sri Wahjoedi-18m) |