logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 SALA
Line

Hemat Listrik, Biaya Produksi Bisa Meningkat 40 Persen

KOTA- Imbauan penghematan penggunaan daya listrik di Jawa-Bali karena keterbatasan pasokan daya, tampaknya bakal berimbas pada dunia usaha. Di sektor itu, pelaku usaha diminta menghemat penggunaan daya atau menggunakan generator set untuk memperoleh pasokan listrik selama masa kritis, yakni 23 Mei-6 Juni 2005.

Menurut Kepala PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surakarta, Ir J Wahjono, diperkirakan sektor industri terpaksa mengeluarkan biaya produksi lebih tinggi rata-rata 40% dibandingkan jika perusahaan itu memperoleh pasokan listrik dari PLN.

Dia menyadari, imbauan penghematan penggunaan listrik tersebut bakal menuai keluhan dari pengusaha.

"Jika industri menggunakan listrik dari pembangkit sendiri, memang akan lebih mahal sekitar 40%. Tarif listrik yang dihasilkan PLN lebih murah. Apalagi jika mengoperasikan pembangkit, mereka harus menyediakan mesin atau operatornya," ujar Wahjono, kemarin.

Seperti diberitakan, PLN mengimbau seluruh pelanggan mengurangi penggunaan daya listrik mulai 23 Mei-6 Juni. Hal itu disebabkan pasokan listrik untuk kawasan Jawa-Bali berkurang, lantaran terdapat penyambungan pipa gas di PLTU Muara Karang serta PLTG Tanjung Priok.

Kedua pembangkit tersebut pada mulanya menggunakan bahan bakar minyak sebagai sumber tenaga penggerak mesin dan akan diganti dengan bahan bakar gas, sehingga pipanya perlu diganti (SM,18/5).

Pendapatan Kurang

Dengan adanya pengurangan pasokan listrik di Jawa dan Bali, PLN telah menghubungi seluruh Pemda untuk mengurangi penggunaan listrik, termasuk untuk penerangan jalan umum. PLN juga mendatangi beberapa perusahaan serta instansi nonpemerintah dan meminta mereka menggunakan generator set, atau paling tidak membatasi penggunaan daya.

"Kepada 790.000 pelanggan rumah tangga di Solo dan sekitarnya, kami imbau untuk mengurangi penggunaan listrik 50 watt/hari. Pelanggan potensial seperti pelaku usaha juga kena dampak, meskipun konsekuensinya cukup besar," ujarnya.

Wahjono mengungkapkan, langkah tersebut harus ditempuh agar tidak terjadi pemadaman bergilir, karena keterbatasan pasokan. "Dengan penghematan penggunaan listrik di kalangan masyarakat, memang mengurangi pemasukan PLN di seluruh wilayah."

Untuk APJ Surakarta yang membawahi Kota Solo, Karanganyar, Sragen, dan Sukoharjo, pendapatan yang hilang Rp 22 juta per harinya. Atau jika dikalkulasi selama dua pekan, mencapai Rp 300 juta lebih. (G18-17s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA