logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 SALA
Line

Tim Kesenian Keraton Pamitan

KOTA - Rombongan kesenian Keraton Surakarta yang diwakili enam orang, terdiri atas penari, pengrawit dan ofisial berpamitan kepada Penjabat Wali Kota Cholil Anwar, Ketua DPRD Farid Badres dan Ketua Komisi IV Zainal Arifin di tempat berbeda.

Tim itu akan melawat ke Belanda dan Jerman untuk melakukan pentas kesenian atas undangan event organizer setempat, 21 Mei-1 Juni ini. "Intinya kami pamitan karena kepergian kami membawa nama Kota Solo, kami mohon doa restu," kata KP Satryo Hadinagoro, salah seorang ofisial yang menjadi juru bicara tim itu kepada Suara Merdeka, kemarin.

Rombongan dipimpin KP Satryo terdiri atas GKR Galuh, GRAy Koes Isbandiyah, GRAy Koes Indriyah, GRA Rumbai KD, dan GPH Nur Cahyaningrat itu diterima Cholil Anwar di ruang kerjanya, kompleks Balai Kota kurang lebih 20 menit.

Sementara itu Farid Badres bersama Zainal Arifin menerima rombongan di kantornya, kompleks DPRD.

Kepada tim kesenian ini, Cholil Anwar berpesan agar misi kesenian mampu membawa nama besar Kota Solo dan bangsa Indonesia pada umumnya melalui kegiatan seni budaya.

Pada gilirannya, eksistensi Keraton Solo dan kegiatan riilnya dalam rangka pelestarian budaya itu akan mampu meningkatkan sektor kepariwisataan di Tanah Air, utamanya Kota Solo.

Di tempat terpisah, Ketua DPRD berharap agar ke depan, Pemkot Surakarta lebih mengoptimalkan perhatiannya terhadap pelestarian seni budaya yang bersumber dari Keraton, yang terwujud dalam alokasi bantuannya. Sebab selain masih eksis, Keraton mampu membuktikan dalam bentuk kerja sama dengan pihak lain di luar negeri, salah satunya melalui lawatan misi kesenian tersebut.

"Baik Wali Kota, Ketua DPRD, dan Ketua Komisi IV, intinya berpesan seperti itu. Kami berterima kasih dan menghargai perhatian mereka. Minimal mau menerima kedatangan kami. Semoga harapan-harapan itu menjadi kenyataan ke depan," ujar KP Satryo berharap, sambil menirukan pesan-pesan beberapa tokoh yang dipamitinya.

Di tempat terpisah, GRAy Koes Moertiyah selaku koreografer tari merangkap pengrawit untuk misi kesenian ini menyebutkan, kegiatan pentas akan berlangsung di dua tempat, yaitu Kota Amsterdam (Belanda) dan Dresden (Jerman). Rombongan beranggotakan 32 orang, tetapi 90% akan bertugas sebagai penari, pengrawit, koreografer, dan perias yang masing-masing merangkap lebih dari satu tugas.

Di kedua negara itu, tambah Pimpinan Yayasan Pawiyatan Kabudayan Keraton yang akrab disapa Gusti Moeng itu, misi keseniannya akan menyuguhkan lima repertoar tari. Putra-putri dan sedherek dalem SISKS Paku Buwono XIII banyak yang terlibat sebagai pengrawit dan penari pada sajian Sendratari Ramayana, tari Karna Tanding, Pani-Sekartaji, Bedaya Duradasih, dan tari Srimpi Lobong. (won-18hm)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA