logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 SALA
Line

Penderita Lumpuh Layuh Bertambah

Dikeluhkan, Imunisasi Polio Masih Bayar

KARANGANYAR - Tanggapan masyarakat Karanganyar untuk mengimunisasikan anaknya sebagai antisipasi terhadap penyakit polio dan lumpuh layu cukup bagus.

Ibu-ibu dengan mengendong anaknya mendatangi tempat-tempat seperti puskesmas dan posyandu yang membagikan imunisasi.

Namun beberapa warga mengaku kecewa. Pasalnya, meski Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar sudah mengisyarakatkan gratis terhadap imunisasi polio, mereka tetap dipungut biaya kendati jumlahnya tidak terlalu besar menurut ukuran mereka.

"Katanya untuk ganti biaya peralatan," keluh Ervina (26), seorang ibu yang baru saja keluar ruangan imunisasi.

Kepala DKK, Ninik Sri Hartati ketika dikonfirmasi mengemukakan, imunisasi polio bagi balita dan bocah di bawah 15 tahun gratis. Pihaknya mengaku telah menerbitkan surat tentang hal itu. Jika puskesmas ada yang menarik biaya tambahan, kemungkinan selain menerima imunisasi juga diperiksa oleh bidan yang bersangkutan.

Menurut perda, orang yang periksa di puskesmas harus membayar. "Semua diatur dalam perda. Namun jika ada yang melanggar, saya akan menindak," kata dia.

Sementara itu, jumlah penderita penyakit lumpuh layuh di Karanganyar bertambah menjadi enam orang. Terakhir adalah Sutardi (8), anak Marinah (51). Warga Desa Kaling Kecamatan Tasikmadu itu kini dirawat di RSUD Kartini, Jengglong.

Bupati Hj Rina Iriani mengungkapkan, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke rumah sakit dan puskesmas, terutama yang merawat pasien lumpuh layuh atau polio. "Kami tetap menaruh perhatian terhadap masalah ini," kata dia. (G8-42n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA