logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 SALA
Line

Rp 100 Juta untuk Menata PKL

KARANGASEM- Menyusul disetujuinya dana stimulan Rp 100 juta pada APBD 2005 untuk merenovasi bangunan yang mangkrak beberapa tahun di Silir, Semanggi, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta diminta segera menyusun perencanaan penataan lokasi untuk pasar klithikan itu.

Sekretaris Komisi II DPRD, H Suroto Mangunsudarmo mengatakan, Pemkot harus bisa memanfaatkan dana tersebut untuk memulai penataan pedagang kaki lima (PKL) di Solo. Meski diakui dana itu jauh dari kebutuhan ideal yang mencapai Rp 9 miliar untuk membangun pasar klithikan beserta sarana pendukungnya, dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk membangun embrionya.

"Ibarat pepatah ada gula ada semut, maka Pemkot harus membuat gulanya dulu di lokasi itu. Kalau sudah ada embrionya kemudian berkembang, sehingga akan banyak PKL yang berdatangan ke sana," kata Suroto kepada wartawan, Selasa lalu.

Dia menyayangkan mangkraknya lokasi yang pembangunannya dibiayai dengan bantuan dari provinsi beberapa tahun lalu. Padahal bangunan seluas 1.200 m2 di atas lahan seluas 2.000 m2 tersebut bisa dipergunakan bila ditambahi sejumlah fasilitas dasar, seperti sarana penerangan dan MCK.

"Dana Rp 100 juta itu dapat dipergunakan untuk membangun fasilitas dasar. Sebab saya lihat kondisinya saat ini masih cukup bagus, sehingga bisa dioperasikan," kata Suroto.

Anggota dari Fraksi Golkar itu menegaskan penambahan fasilitas tersebut termasuk bentuk perhatian Pemkot terhadap pedagang kecil. "Jadi tidak hanya pembangunan pasar modern yang diperhatikan, tetapi pasar klithikan juga mendapatkan prioritas. Dengan demikian, ada pemberdayaan perekonomian masyarakat kecil."

Selama ini, Pemkot sulit menertibkan PKL di pasar klithikan Banjarsari. Lahan yang kini dipenuhi ratusan PKL dengan bangunan permanen itu sebenarnya diperuntukkan untuk taman kota. Namun karena ketidaktegasan Pemkot, lima tahun terakhir ini berjumlah banyak dan sulit untuk ditata.

"Kalau tiba-tiba dipindahkan ke lokasi lain, saya pikir cukup sulit. Jika ada lokasi lain yang memiliki prospek lebih bagus, pasti tanpa disuruh pun mereka akan pindah dengan sendirinya. Saya memprediksi di Silir akan berkembang, karena sarana di sana cukup mendukung," imbuh Suroto. (G13-18hs)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA