logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 PANTURA
Line

Pesan Katib Syuriah PC NU

Jangan Angkat Dikotomi Muhammadiyah-NU

PEKALONGAN- Dalam melaksanakan kampanye pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kota Pekalongan yang mulai dilakukan Kamis (19/5), para calon jangan sampai mengangkat dikotomi Muhammadiyah dan NU.

"Sekarang ini hubungan masyarakat Muhammadiyah dan NU tidak ada gap. Itu dibuktikan antara wilayah Pekajangan dan Buaran sekarang ini sudah tidak lagi ada batasnya. Bahkan saya banyak memiliki teman dari Muhammadiyah, dan selama bergaul tidak ada masalah," kata Katib Syuriah PC NU Kota Pekalongan, KH Masykur Abdul Khanan.

Hal itu dia tegaskan saat menerima kunjungan cawalkot Sigit Sumarhaen Yanto SH MM bersama istrinya di Kantor PC NU Jalan Jenderal Sudirman, Pekalongan, Selasa malam lalu. Dalam kunjungan itu, Sigit yang juga sebagai jamiyyah NU memohon restu dan nasihat ke PC NU berkaitan dengan dirinya yang mencalonkan wali kota Pekalongan periode 2005-2010.

Ikut mendampingi Katib Syuriah adalah PLH Ketua PC NU Drs Achmad Marzuqi dan wakilnya Kiai Dananir serta Sekretaris H Sulaeman SE dan beberapa pengurus lain.

Masykur mengawatirkan jika masalah dikotomi diangkat, bisa menimbulkan konflik horisontal di Kota Pekalongan yang tidak diharapkan oleh semua pihak. Apalagi, tuturnya, sekarang ini beberapa calon yang bergandengan antara Muhammadiyah dan NU.

Sebagai contoh, Sigit-Freddy merupakan calon dari NU-Muhammadiyah. Itu disebabkan Sigit anggota NU dan Freddy dari Muhammadiyah, dan calon lainnya juga gabungan dengan NU. Jadi perbedaan tersebut jangan dipermasalahkan lagi.

Jangan Korupsi

Dalam nasihatnya, Masykur meminta kepada Sigit apabila menjadi wali kota jangan sekali-kali melakukan korupsi. Itu disampaikan setelah melihat beberapa calon dalam sosialisasinya mengeluarkan uang banyak. Dalam kaitan tersebut, mereka tentu akan berusaha mengembalikan modalnya.

Mengenai dukungan NU, Masykur menyatakan sesuai dengan instruksi dari PBNU, pengurus NU harus netral dalam pilkada. Karena itu, NU tidak akan menyatakan mendukung pada salah satu calon. Tetapi siapa pun calon yang menang, NU menyatakan akan mendukungnya dan siap menyukseskan program-programnya.

Tetapi dalam hal pencoblosan, warga NU diakui memiliki hak pilih. Karena itu, bagi calon yang ingin mendapatkan dukungan dari warga NU, maka dipersilakan para calon merayu pada warga sendiri dengan menyampaikan program-program menarik. "Kalau programnya bagus, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri," ujarnya.

Sementara itu PLH Ketua PC NU Drs Achmad Marzuqi mengatakan, berkaitan dengan pilkada, Ormas NU pernah melakukan penjaringan. Namun setelah keluar UU yang menyatakan penjaringan hanya dilakukan oleh parpol, maka saat itu pula penjaringan dihentikan. Dalam hal tersebut, memang waktu itu beberapa calon sudah mendaftar seperti dilakukan Sigit.

Dalam pertemuan yang akrab itu, Sekretaris PC NU H Sulaeman SE meminta Sigit menyampaikan visi-misi serta programnya jika menjadi wali kota. Sigit pun menyampaikan visi-misi di hadapan pengurus NU. Pada saat itu pula menyusul datang cawawalkot Freddy Wijaya beserta istrinya. Dengan demikian, pertemuan makin seru dan berlangsung hingga malam.(A15-44s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA