| Kamis, 19 Mei 2005 | PANTURA |
Museum Bukan Tumpukan Benda MatiBATANG- Museum bukanlah suatu tumpukan benda-benda mati saja, melainkan harus bermakna bagi generasi muda dan pengembangan pariwisata. Maka, sudah sepantasnya jika museum sebagai warisan budaya harus diselamatkan. "Sekarang ini banyak benda-benda sejarah yang hilang, karena adanya tangan-tangan jahil yang ingin memilikinya untuk dijadikan koleksi pribadi. Padahal, benda-benda tersebut merupakan aset budaya yang perlu terus dilestarikan dan dijaga keberadaannya,"ujar Wakil Bupati Batang Drs H Achfa Mahfudz MSi, di sela-sela peninjauan seusai membuka pameran Museum Jawa Tengah Ronggowarsito yang berlangsung di Gedung Korpri, Rabu kemarin. Pameran dengan tema budaya kain tradisional dan cagar budaya Jawa Tengah itu akan berlangsung sampai Jumat (21/5). Dia mengatakan, benda-benda bersejarah itu merupakan penyangga ketahanan bangsa. Di samping itu, sekaligus berperan sebagai pengembangan potensi kepariwisataan daerah ataupun nasional. Dilestarikan Dengan demikian, keberadaannya perlu terus dilestarikan. "Tugas menjaga dan melestarikan itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tetapi juga seluruh komponen masyarakat." Pada pameran tersebut, ditampilkan bermacam benda bersejarah seperti Arca Pradnya Paramita, bidang pukul nekara, dan talam perunggu. Selain itu, juga ditampilkan bermacam-macam foto motif kain batik dan tenun ataupun foto aktivitasnya. Saat meninjau koleksi kain, Wakil Bupati mengharapkan budaya kain tradisional yang sudah ada di Kabupaten Batang bisa dikembangkan lagi. Sebab selain bernilai seni tinggi, pada umumnya budaya kain tradisional tersebut juga merupakan karya dengan bahan baku lokal. "Pameran ini saya harapkan juga dapat dijadikan sarana untuk meningkatkan kualitas desain kain tradisional dan menumbuhkan kebiasaan memakai kain tradisional kepada generasi muda," ujar dia. Selain itu, pameran juga ditampilkan peragaan siswa SMP di Batang yang mempraktikkan teknik membatik dengan menggunakan peralatan tradisional. Kepala Museum Jawa Tengah Ronggowarsito, Drs Puji Joharnoto MPd menuturkan, dengan adanya pameran itu diharapkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya akan lebih meningkat. "Melalui pengenalan warisan budaya dalam bentuk pameran ini, akan dapat menumbuhkan rasa bangga dan memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa. Maka, upaya perlindungan dan pelestarian budaya dapat menjadi tanggung jawab bersama." Begitu dibuka, pengunjung langsung menyerbu masuk ke Gedung Korpri. Umumnya pelajar SD, SLTP, dan SLTA. Mereka langsung mencatat hal-hal penting yang ditemukan dalam pameran itu. Pengunjung diberi kesempatan untuk menyaksikan pameran, pagi hari pukul 09.00-14.00 dan sore hari 16.00-20.00.(ar-44s) |