| Kamis, 19 Mei 2005 | PANTURA |
Akan Jemput Kekasih Tewas Tertabrak BusBUMIAYU- Kerawanan lalu lintas di jalan lingkar Bumiayu kembali membawa korban. Dua pengendara sepeda motor Kawazaki Blitz G-4146-ZG, yakni Muhamad Miftahul Fikri (26) dan Mujiyanto (28), keduanya warga Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Brebes, Selasa (17/5) pukul 19.00 tertabrak Bus Sinar Jaya jurusan Purwokerto-Jakarta di ruas jalan lingkar Bumiayu, tepatnya di tikungan Desa Karangjati. Korban Miftah tewas seketika di lokasi kejadian, sementara Mujiyanto yang membonceng mengalami luka parah dan dilarikan ke gedung perawatan Puskesmas Bumiayu. Korban selamat Mujianto saat ditemui di ruang rawat puskesmas kemarin menuturkan, dirinya bersama temannya meluncur dari utara dengan kecepatan sedang. Sebelum mencapai Jalan Karangjati, temannya yang memegang kendali motor terlihat menerabas marka dan melaju di tengah jalan. Melihat sebuah truk melaju di depan, korban kembali menepikan kendaraannya. Memasuki tikungan Desa Karangjati, korban kembali melajukan kendaraannya ke tengah jalan. Ketika itu jalan dalam keadaan sepi dan gelap. Di luar dugaan ternyata dari arah depan muncul Bus Sinar Jaya. Korban berusaha menghindar dan membanting setang ke kiri, namun upayanya gagal. Kendaraan yang ditumpanginya malah terpeleset jatuh. Nasib apes menimpa Miftah, seketika tubuhnya jatuh terbanting ke jalan. Mujianto yang masih tersadar saat jatuh sempat melihat badan bus berada beberapa meter di depan korban. Korban berusaha ditarik ke tepi jalan. Sayang, laju bus terlebih dulu melindas tubuh korban. Detik berikutnya Mujianto tidak sadarkan diri. Seusai menabrak kedua korban, pengemudi bus terlihat terus melajukan kendaraannya ke utara. Sementara kedua korban tergeletak hingga beberapa saat sebelum akhirnya diselamatkan warga sekitar. Korban tewas adalah anak Kepala Desa Adisana, Mubari. Tergolong Rawan Kapolsek Bumiayu AKP Sukoyo mengatakan, kondisi jalan lingkar Bumiayu antara perempatan Langkap dan pertigaan terminal tergolong rawan. Selain situasi jalan gelap, sepanjang ruas jalan tersebut juga minim rambu-rambu. Dia mengungkapkan, kejadian tersebut merupakan kali kesekian peristiwa kecelakaan yang terjadi di jalur lingkar Bumiayu. Secara terpisah, ayah korban ketika dihubungi mengatakan, korban berencana menjemput tunangannya di Terminal Bumiayu. Menurut rencana korban dan tunangannya akan menikah Mei ini. "Dia (korban) pamit mau menjemput tunangannya di terminal, lalu ambil jaket di rumah temannya di Desa Patuguran," kata dia. Sewaktu berangkat, korban yang berprofesi sebagai guru madrasah di desanya itu membawa kendaraan Honda CB. Namun sampai di perempatan Langkap, korban menukar kendaraannya dengan kendaraan yang dibawa adiknya.(H16-19s) |