| Kamis, 19 Mei 2005 | PANTURA |
HUT Ke-404 Kabupaten Tegal (2-Habis)Ratusan Kades Berebut GununganPuncak peringatan HUT Ke-404 Kabupaten Tegal, kemarin, disambut meriah ribuan warga. Mereka begitu antusias dan berjejer rapi di pinggir jalan sepanjang lebih dari dua kilometer untuk melihat arak-arakan pusaka Tombak Kiai Pleret, dari rumah dinas Bupati Tegal ke Gedung DPRD. Warga juga menyambut hangat saat Bupati Agus Riyanto SSos dan istri yang menaiki dokar berhias sambil melambaikan tangan. Hal sama juga dilakukan Wakil Bupati HM Hammam Miftah SAg MM dan istri. Kehadiran duet pemimpin daerah seluas 87.879 ha dan berpenduduk 1.423.246 jiwa yang naik angkutan tradisional dokar berhias itu, merupakan sesuatu berbeda dari acara peringatan sebelumnya. Menurut Kabag Pemerintahan Drs H Haron Bagas Prakosa MM, penampilan bupati dan wakil seperti itu merupakan kali pertama. Bupati-bupati sebelumnya belum pernah naik dokar saat puncak peringatan. "Peringatan HUT adalah milik bersama. Pejabat, rakyat, dan wakil rakyat semua terlibat dalam sukacita. Karena itu sangat harus terlibat langsung, memeriahkan dengan naik dokar bersama istri. Demikian juga wakil bupati," tuturnya. Kesempatan seperti itu dia nilai sangat tepat untuk melakukan sosialisasi dan menjalin keakraban dengan masyarakat luas. Berebut Gunungan Arak-arakan mengawal pusaka andalan daerah tersebut juga diikuti 281 kades berpakaian seragam dinas putih-putih. Ratusan pejabat yang turut mengawal, berpakaian adat Jawa dan berblangkon. Sementara itu 45 anggota Dewan berjejer rapi di sisi barat pintu masuk gedung paripurna DPRD. Mereka menunggu kedatangan iring-iringan tombak pusaka yang dikawal kades, pejabat, dan berbagai komponen masyarakat. Begitu sampai di gapura pintu masuk gedung itu, Bambang Purnomo Mangun Adi Wijaya (salah seorang kerabat Ki Gede Sebayu, pendiri Kabupaten Tegal-Red), menyerahkan tombak tersebut ke Ketua DPRD H Ahmad Husein SAg. Selanjutnya tombak tersebut diserahkan ke Bupati Tegal. Selesai prosesi penyerahan tombak keramat itu, sebuah gunungan setinggi lebih dari dua meter langsung menjadi incaran ratusan orang. Puluhan kades, staf Setda Tegal, satpam, dan masyarakat luas berebut aneka sayur-mayur, palawija, buah-buahan, dan padi, yang menjadi ciri hasil pertanian daerah tersebut. Suasana berebut aneka hasil pertanian itu membuat suasana kian ramai. Prosesi akhir dalam puncak peringatan adalah rapat paripurna DPRD yang dihadiri seluruh anggota Dewan, bupati dan wakil, pejabat serta sejumlah tokoh masyarakat. (Riyono Toepra-19s) |