| Kamis, 19 Mei 2005 | PANTURA |
Hama "Inul" dan Ulat Serang Tanaman BawangBREBES - Hampir satu bulan ini petani bawang di Desa Siandang, Larangan, Brebes mengeluhkan hasil panennya. Sebab, tanaman bawang tersebut kini terserang hama ulat dan hama "inul". Akibatnya, tanaman bawang itu tidak tumbuh secara normal atau kerdil. Hasil panen pun tidak akan sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk perawatannya. Wasto (30), salah satu petani bawang mengungkapkan, hama itu menyerang tanaman bawang ketika berusia tujuh hari. Ciri-ciri tanaman yang terserang hama "inul", tanaman tidak dapat tumbuh secara normal. Batang tanaman yang seharusnya tumbuh ke atas hanya tumbuh melingkar di sekitar tanah tempat tanaman itu tumbuh. "Jika tanaman sudah terserang hama itu, pertumbuhannya menjadi lambat dan hasilnya pun tidak maksimal," papar dia. Para petani sudah melakukan berbagai usaha untuk mematikan hama tersebut seperti memberikan obat pencegah hama. Namun hasilnya tetap saja tumbuh seperti tanaman bonsai bawang. Karena sudah tidak mampu lagi untuk mengobati penyakit tanamannya, akhirnya petani setempat hanya bisa pasrah dan menunggu panen, meskipun mutu bawangnya rendah. Sementara itu petani bawang lainnya, Noto (25) mengatakan, selain hama "inul", hama yang sangat mengganggu tanamannya adalah ulat. Dia dan petani lainnya sempat menggunakan jenis insektisida atau pembasmi hama yang ampuh dan mahal seperti Racher. Namun ulat itu tetap saja berkembang biak dan sulit dimusnahkan. "Kalau tidak dipithes (ditekan dengan jari tangan-Red), ulat itu tidak akan mati," tandasnya. Dengan adanya kedua hama tersebut, dia mewakil petani lainnya berharap Pemkab Brebes, khususnya Dinas Pertanian, bisa menindaklanjuti masalah ini. Paling tidak, kata dia, pemerintah dapat mengetahui kesulitan yang mereka hadapi. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, dikhawatirkan para petani tidak dapat menanam tanaman bawang yang merupakan sumber hidup mereka. "Kalau begini terus kami bisa rugi karena panen yang kami hasilkan tidak sesuai dengan biaya pembelian bibit, pengolahan, dan perawatan yang telah kami keluarkan," ungkapnya. Noto mencontohkan, biasanya, sebelum kedua hama itu menyerang tanamannya, hasil panen bawang setiap seperempat hektare bisa mencapai Rp 5-6 juta. Namun sejak hama itu menyerang, tanah seperempat hektare hanya menghasilkan Rp 1,5-Rp 2 juta. (H4-44dn) |