| Kamis, 19 Mei 2005 | PANTURA |
Pasokan Listrik Berkurang 2,2 %
TEGAL - Pelanggan listrik di wilayah Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Tegal diminta menghemat pemakaian listrik. Daerah yang diminta tersebut adalah Tegal, Slawi, Pemalang, Brebes, dan Bumiayu. Pelanggan diminta menghemat pemakaian listrik minimal 50 watt, terhitung sejak 23 Mei hingga 6 Juni mendatang. Imbauan tersebut disampaikan Manajer Area PLN APJ Tegal Ir M Fadholi didampingi Humas Dwi Purnomo SH, menyusul adanya pengurangan pasokan listrik Jawa-Bali, Rabu kemarin. Menurut dia, pengurangan pasokan tersebut terjadi karena ada penyambungan pipa gas di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Tanjung Priok. "PLN berencana membeli BBM jenis solar sebagai bahan bakar pengganti untuk mengantisipasi pengurangan pasokan listrik sehingga bisa menutup kebutuhan dua pembangkit selama penyambungan pipa gas tersebut," katanya. Jatah 2,2 % Kendati demikian, lanjut dia, pengoperasian dengan solar itu akan menurunkan daya pembangkit listrik Muara Karang dan Tanjung Priok sekitar 435 megawatt (MW), padahal dalam kondisi normal mencapai 1.100 MW. "Dari penurunan kapasitas itu, distribusi listrik untuk wilayah Jateng dan DIY mendapat jatah 50 MW, sedangkan PLN Tegal mendapat jatah 4 MW atau 2,2 % dari rata-rata harian beban puncak sebesar 183 MW," jelasnya. Dari kondisi tersebut, pihaknya mengimbau para pelanggan sewilayah APJ Tegal untuk menghemat pemakaian listrik, terutama pada waktu beban puncak, yakni pukul 17.00-22.00 tiap hari pada 23 Mei-6 Juni minimal 50 watt. "Pelanggan di perkantoran bisa mengurangi pemakaian lampu halaman, taman, atau lampu-lampu yang tidak diperlukan. Kalangan industri diharapkan menggunakan genset pada waktu beban puncak tersebut." Sekedar diketahui, jumlah pelanggan di wilayah APJ Tegal didominasi kalangan rumah tangga. Dari 620.000 pelanggan, 95 % di antaranya merupakan kalangan rumah tangga. "Sisanya adalah perkantoran dan industri. Oleh karena itu, kami berharap penggunaan listrik dalam rumah tangga bisa berperan aktif dengan menghemat listrik untuk menghindari pemadaman yang meluas, meskipun kami optimistis hal itu bisa diatasi melalui koordinasi dengan pihak Pusat Pengaturan Beban PLN," tandasnya. (G12-44dn) |