| Kamis, 19 Mei 2005 | PANTURA |
Buron Dua Tahun Tertangkap,DitembakKAJEN- Slamet Riyadi alias Bagong (20), buron polisi yang sudah dicari dua tahun terkait kasus penganiayaan sampai tewas, akhirnya berhasil ditangkap. Dia terpaksa ditembak setelah mencoba melarikan diri saat polisi tengah mencari tersangka lain. Kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Wasroni (30) alias Pelet, warga Kedungwuni, terjadi di Pasar Burung Kedungwuni pada 2003. Waktu itu, 30 Desember sekitar pukul 11.00, Bagong yang warga Jrebengkembar, Karangdadap, bersama beberapa temannya sengaja berangkat dari kampungnya ke pasar burung untuk mencari korban. Sampai lokasi mereka langsung menemui korban. Begitu bertemu, beberapa pemuda langsung menghajar Pelet, baik dengan tangan kosong maupun batu. Korban yang sudah terjatuh tak berdaya masih dilempari batu, dan mengenai kepalanya. Beberapa pemuda tersebut pergi, warga yang ada di sekitar kejadian menolong korban dan membawa ke RSI Pekadjangan. Setelah sempat dirawat lima hari, korban dibawa ke RSU dokter Kariadi Semarang dan dirawat satu minggu. Setelah korban pulang ke rumahnya, beberapa hari kemudian mengembuskan nafas terakhir karena pendarahan di kepalanya. Bersamaan itu beberapa tersangka pelaku penganiayaan menghilang dari Pekalongan. Melarikan Diri Beberapa waktu lalu, Tim Buru Sergap (Buser) Reskrim Polres Pekalongan menerima laporan dari warga soal keberadaan Bagong di sekitar rumahnya. Senin malam lalu, Tim langsung meluncur dan menangkapnya. Ketika dia diminta untuk menunjukkan keberadaan teman-temannya yang lain, Bagong mencoba melarikan diri sehingga polisi terpaksa melakukan tindakan melumpuhkan tersangka dengan timah panas. Kapolres Pekalongan AKBP Drs Lotharia Latief melalui Kasat Reskrim AKP Usup Sumanang SH mengatakan, pihaknya telah mengantongi beberapa nama yang diduga menjadi pelaku penganiayaan tersebut, yaitu Ta, Gi, dan Wa. ''Kami mengimbau lebih baik mereka menyerahkan diri,'' tegasnya. Dari catatan polisi, selain melakukan penganiayaan sampai tewas, Bagong juga pernah mendekam di sel Mapolresta dua kali karena telibat dalam aksi pencurian kerbau, sepeda, dan mesin jahit. ''Masyarakat sebenarnya sudah lama meresahkan kelakuan Bagong, yang menurut informasi juga terlibat dalam berbagai aksi kriminal seperti penjambretan dan curanmor,'' tambah Usup.(G16-19s) |