logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 PANTURA
Line

Ulama, Cawalkot, dan Masyarakat Doa Bersama

PEKALONGAN- Menjelang pelaksanaan kampanye yang dimulai Kamis (19/5), Pemkot Pekalongan menyelenggarakan doa bersama yang diikuti seluruh cawalkot dan cawawalkot Pekalongan serta para ulama setempat. Doa yang dipimpin KH Subchi Masyhadi itu berharap agar pelaksanaan kampanye dan pilkada bisa berjalan lancar dan aman.

Doa bersama itu juga dihadiri Kapolwil Pekalongan Kombes Wahju Daeny, Kapolres AKBP Edy Suyanto, Wali Kota Pekalongan Drs H Samsudiat MM, Ketua DPRD Salahudin STP, Ketua KPUD Kasbollah, dan ketua Panwas Sumar Edhy Permana serta para ulama setempat.

Yang cukup mengejutkan, empat calon kemarin ikut hadir dalam doa bersama. Mereka adalah Sigit Sumarhaen Yanto-Freddy, HM Basyir Ahmad-Mafachir, Anthony-Hasyim, dan Timur Susila-Urip Sunarjo. Padahal dalam acara penting lainnya, para calon tersebut biasanya tidak lengkap hadir semuanya.

Ketua Panwas Sumar Edhy Permana dalam sambutannya mengaku memaklumi terhadap para calon yang sudah ditetapkan KPUD melakukan kegiatan kampanye di luar jadwal. Artinya, mereka telah melakukan pelanggaran berjamaan. Itu disebabkan KPUD memberikan kesempatan bahwa sosialisasi dibolehkan asalkan bertempat di posko masing-masing. Tetapi di situ tidak dijelaskan secara terperinci di posko halaman dalam atau di luar, serta siapa saja yang boleh mengikuti sosialisasi tersebut.

Sosialisasi

Menurut dia, ternyata para calon pandai menyiasati peluang yang diberikan KPUD, dengan mengadakan kegiatan berbingkai sosialisasi tetapi dalam praktinya mereka menyampaikan visi-misi serta program.

Edhy mengatakan, kegiatan itu dilakukan karena dalam taraf pembelajaran berdemokrasi. Terhadap hal tersebut, Panwas menggunakan istilah banyak dipermaklumkan. Pelanggaran lainnya bukan hanya itu, pemasangan alat peraga yang merupakan bagian dari kegiatan kampanye juga dilakukan para calon. Meski akhirnya Panwas juga memberikan peringatan kepada para calon.

Dia menjelaskan, meski pengamat politik banyak yang memprediksikan pelaksanaan pilkada tidak akan berjalan lancar, di Kota Pekalongan diyakini berjalan dengan aman, sukses, tertib, dan kondusif. Itu didasarkan pada persiapan dan penyelenggaraan yang mantap, baik oleh aparat penyelenggara, pengawas, keamanan maupun tim kampanye.

Hal lain yang mendukung suksesnya pilwakot adalah semakin matangnya pemilih dalam menyalurkan hak pilihnya nanti. ''Para pemilih kini mampu berperilaku secara dewasa dalam mengikuti pesta demokrasi. Kesadaran pemilih dalam menyukseskan pilwakot juga merupakan indikasi meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik,'' ungkapnya.(A15-44s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA