logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Rani Haloho Kelebihan Berat Badan

SEMARANG- Petinju putri Jateng, Rani Haloho sebagai juara bertahan di kelas 57 kg, terpaksa harus menanggung beban yang cukup berat, sebelum turun di Kejurnas Tinju Amatir Wanita, yang akan berlangsung di Medan, 23-26 Mei mendatang.

Saat ini petinju asal Banjarnegara itu sedang berjuang untuk menurunkan berat badan seperti yang terlihat saat latihan fisik, di sekitar Pantai Marina kemarin. Sambil berlari, di bawah sengatan matahari, dia mengenakan jaket terbuat dari plastik, sehingga membuat sekujur tubuhnya basah kuyup akibat keringat yang terus mengucur.

"Inilah salah satu cara kami untuk menurunkan berat badan. Dengan cara seperti ini, kami optimistis sehari menjelang hari H berat badan saya sudah normal lagi, karena masalah seperti ini sudah sering kami alami," jelasnya, seusai latihan.

Dengan kelebihan berat badan 2 kg, juara bertahan di kelas 57 kg ini masih tetap optimistis bisa mempertahankan gelar juara. "Yang kami perhitungkan hanya Mei Sarah dari Lampung. Saya tetap yakin bisa mengalahkan dia lagi. Mudah-mudahan saya bisa ketemu dengan Sarah di final," tandasnya.

Rani adalah salah satu petinju, dari empat petinju yang akan dikirim untuk mengikuti Kejurnas Tinju Amatir di Medan. Selain Rani, ada nama Istiqomah di kelas 52 kg, Melinda (48 kg) dan Putri Rizky di kelas 54 kg.

Rencana, Jumat malam besok mereka akan berangkat ke Medan, didampingi oleh pelatih Agus Triyono dari Sasana Suara Merdeka. Pertina Jateng juga akan memberangkatkan Sri Kartikawati, satu-satunya wasit nasional putri yang dimiliki Jateng.

Sementara itu Wakil Ketua Umum II Pengda Pertina Jateng H Tohir Sandirdjo tidak terlalu membebani empat petinju yang dikirim. Targetnya hanya dua emas seperti yang direbut dalam kejurnas sebelumnya.

Dua emas itu dibebankan pada Istiqomah di kelas 52 kg dan Rani Haloho di kelas 57 kg. Di sisi lain Ketua Harian KONI Kota Semarang itu tetap optimistis tinju wanita bisa dipertandingkan di PON XVII Kaltim, tanpa harus lewat pertandingan eksibisi sebelumnya, seperti yang pernah dialami oleh cabang motor dan sepatu roda. (C16-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA