| Kamis, 19 Mei 2005 | OLAHRAGA |
Persebaya Telan Kekalahan PertamaMAKASSAR- Persebaya yang berambisi meraih poin dari tuan rumah PSM Makassar akhirnya tak berkutik dan menyerah 0-2 di Stadion Mattoangin Makassar, Rabu malam. Ini merupakan kekalahan pertama juara bertahan itu setelah menjalani sembilan pertandingan. Kemenangan PSM disambut gembira sekitar 20.000 penonton fanatik yang sejak awal membakar semangat juang timnya. Sejak kick off, kedua musuh bebuyutan itu melakukan tekanan ke lini pertahanan lawan hingga 15 menit pertama, namun tidak berhasil menciptakan gol. PSM tampil dengan semangat juang yang tinggi dan terus menekan. Mereka akhirnya nyaris menguasai semua lini. Serangan bertubi-tubi PSM membuahkan hasil ketika Musriza Eddy memperdaya kiper Persebaya Eky Sabilillah lewat tendangan keras meneruskan umpan silang Amiruddin pada menit ke-28. Tekanan PSM sepanjang babak pertama memaksa Persebaya bertahan dan hanya menyisakan Rahel Tualasamoni di depan yang sesekali melancarkan serangan balik. Tetapi pemain berpostur kecil lincah itu tak berkutik dijaga benteng pertahanan PSM, Ebanda Herman. Ronald Fargundez menambah gol kemenangan timnya melalui tendangan bebas di luar kotak pinalti pada menit ke-41, menyusul pelanggaran Bejo Sugiantoro terhadap Mariano Oscar. Tendangan Fargundez tepat bersarang di pojok kanan gawang, sementara kiper Eky hanya terperangah menyaksikan bola meluncur keras menerpa jaring, mengubah skor menjadi 2-0. Kedudukan tersebut tidak berubah hingga turun minum. Pada babak kedua, PSM menurunkan tempo permainan. Kesempatan itu dimanfaatkan Persebaya dengan melakukan tekanan lewat Leonardo Gutieres dan Fabio Marcos, namun berkat penampilan cemerlang kiper Samsidar yang jatuh bangun menyelamatkan sarangnya, gawang PSM tetap selamat. Permainan keras menjurus kasar yang diperagakan pemain kedua tim memaksa wasit Joko Mulyono terpaksa mengeluarkan tiga kartu kuning untuk pemain tuan rumah, masing-masing kepada Fargundez yang membuka kostumnya saat berhasil mencetak gol serta dua pemain lainnya Fernando dan Amirudidn. (ant-40) |