logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 OLAHRAGA
Line

Ball Feelling Pemain Tetap Diasah

SEMARANG- Para pemain PSIS mulai menjalani latihan fisik yang berat, Rabu (18/5) kemarin di Bandungan. Sasarannya bukan hanya meningkatkan kerja jantung dan paru-paru, tapi juga kecepatan serta daya tahan Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan.

Pelatih Bambang Nurdiansyah juga menyelingi latihan fisik tersebut dengan teknik. Hal itu untuk menjaga ball feelling pemain agar tidak hilang.

"Ball feelling pemain tetap harus dijaga meski program utama latihan di Bandungan ini adalah meningkatkan kemampuan fisik," tegas Bambang seusai latihan sore kemarin di Lapangan Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) Ambarawa.

Kemampuan para pemain diasah melalui game-game ringan dalam formasi 4-2. Selain itu juga passing-passing mulai dari jarak dekat hingga jauh.

Dalam latihan tersebut terlihat sekali para pemain masih kelelahan setelah menjalani latihan fisik yang berat pada pagi harinya. Buktinya, passing-passing mereka kurang akurat. Begitu juga dengan kontrol bolanya.

"Baru dua hari latihan fisik saja ball feelling pemain sudah sedikit berkurang. Itu terlihat saat passing dan kontrol bola. Karena itu, ball feelling tetap akan kami asah agar saat menghadapi Persibat nanti tidak hilang," ungkap pelatih yang gemar minum kopi saat melatih ini.

Rencananya, sehari sebelum menghadapi Persibat Batang di ajang Piala Indonesia di Stadion Jatidiri, 22 Mei nanti, para pemain akan kembali menjalani program relaksasi di kolam renang. Relaksasi untuk mengendurkan otot-otot yang kaku setelah latihan fisik berat di Bandungan.

Berhasil

Relaksasi di kolam renang tersebut, sebelumnya terbukti berhasil mengembalikan kondisi dan kebugaran pemain setelah kelelahan. Buktinya dapat dilihat sebelum pertandingan lawan Deltras Sidoarjo dan Persekabpas Pasuruan lalu. Para pemain terlihat lebih fresh setelah melakukan relaksasi di kolam renang.

Sebelum Indriyanto Nugroho cs berlatih teknik di Lapangan Yonzipur kemarin, pagi harinya fisik mereka digenjot oleh pelatih fisik Djanu Ismanto.

Mereka lari di jalan menanjak sekitar 25-30 derajat sepanjang 200 meter sebanyak 10 kali. Latihan itu untuk meningkatkan endurance speed.

Waktu yang ditempuh pemain dalam latihan tersebut cukup memuaskan. Rata-rata pemain membutuhkan waktu antara 37-39 detik sekali lari.

Padahal, menurut Djanu, waktu yang baik untuk menempuh jarak dan medan seperti itu antara 35-40 detik. "Dilihat dari hasil latihan itu, berarti kecepatan pemain sangat bagus," terangnya.

Ternyata, latihan berat tidak berhenti pada pagi kemarin. Rencananya, latihan hari ini akan bertambah berat. Para pemain lari sepanjang 4 km di medan yang full tanjakan. Lokasi tersebut berada di Wana Wisata Gedongsongo. (H13-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA