logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 NASIONAL
Line

SOSOK

Teringat saat di Cepu


Helmy Sungkar SM/Saptono JS

HELMY Sungkar merasa bangga bisa menggelar kegiatan otomotif di Semarang. Selain karena bisa langsung mengawasi, pria kelahiran Jakarta 53 tahun lalu tersebut mengaku baru kali pertama ini menggelar kegiatan di Kota Atlas..

Mantan pereli Indonesa yang melejit pada tahun 1975-1978 itu juga merasa tidak asing terhadap Semarang. Sebab, dulu pernah kuliah di AKA Migas Cepu Blora.

"Pada tahun 1972 saya mulai bekerja di Pertamina bagian pemadam kebakaran. Saya kuliah lagi dan mengambil jurusan logistik perminyakan," katanya.

Karena itu, begitu menginjakkan kaki di Semarang, dia teringat saat di Cepu dulu. Setahun lulus kuliah, dia memutuskan keluar dari Pertamina dan memilih berwiraswasta. Awalnya dia ikut mertua bekerja di perusahaan mobil.

Keberhasilannya menjual sebuah mobil Mazda Trend Dynamic pada tahun 1980 merupakan awal mula dia mendirikan event organizer bernama Trendypromo Mandira pada tahun 1985.

"Kata Trendy diambil dari nama mobil yang bisa saya jual. Sedangkan Mandira adalah nama hotel di Bali ketika bulan madu dengan istri saya," kata bapak tiga anak tersebut.

Dan, makin lama dia menyenangi otomotif dan reli. Bahkan demi reli dia rela meninggalkan kuliahnya di Singapura. ''Darah'' reli pun menurun ke dua putranya, Rifat (27) dan Rizal (24).

Saat ini, selain menangani kegiatan otomotif nasional dan internasional, Helmy mengaku sedang sibuk memomong cucu. (Saptono JS-46t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA