| Kamis, 19 Mei 2005 | NASIONAL |
Warga Sawahan Terkena Batu Ginjal
KARANGANYAR - Sedikitnya 18 warga Dukuh Sawahan dan Sembungan, Desa Jaten, Kabupaten Karanganyar menderita penyakit batu ginjal. Penderitaan itu dirasakan setelah mengonsumsi air sumur yang tercemar dengan kadar natriumnya (Na) begitu tinggi. Selain menderita batu ginjal, beberapa warga lainnya mengalami gatal-gatal, mual-mual, dan sakit perut. ''Rasa sakit yang dirasakan warga sebenarnya sudah cukup lama, sebelum air sumur warga yang dikonsumsi itu terbukti tercemar zat natrium seperti yang dipaparkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) beberapa hari lalu,'' kata Agus Dody Sugiartoto dari Aliansi Peduli Keadilan Lingkungan (APKL), kemarin. Diberitakan sebelumnya, dalam pemaparan yang dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup (LH), Kamis (12/5), KLH menyebutkan, hasil uji laboratorium di Balai Riset Standardisasi Industri dan Perdagangan (Baristand Indag) Semarang terhadap empat sumur warga Sawahan dan satu sumur pabrik yang dijadikan sampel, mengindikasikan terjadinya pencemaran. Empat sumur itu, milik Pardji, Marikun, Tarno, dan Widodo serta satu sumur milik PT Kusumahadi Santosa (KHS) tidak layak sebagai air minum. Karena, menurut Kabid Tindak Lanjut Penyelesaian Sengketa KLH Bambang Pramudyanto, ada beberapa parameter seperti kesadahan, natrium, dan kekeruhan (total dispended solid/TDS) di atas baku mutu yang ditetapkan Kepmenkes No. 907/Menkes/SK/VII/2002. Kandungan natriumnya begitu tinggi hingga mencapai 300-400 satuan. Padahal yang ditetapkan Menkes kurang dari 200 satuan. Jika diminum terus menerus akan menyebabkan penyakit batu ginjal. Jika kandungan natrium dalam jumlah besar mencemari lahan pertanian akan menjadi keras, tidak subur dan sulit ditanami.(SM,13/5) Pakai Selang Dari pantauan yang dilakukan Suara Merdeka di Sawahan dan Sembungan, kondisi paling parah adalah sakit yang dialami Tejo Suratmono (73), warga Sawahan RT 01/RW 06. Dia sudah lama mengidap sakit batu ginjal, yaitu sejak Agustus 2004. Kini dia harus menggunakan selang untuk buang air kecil. Tahun lalu ketika masih mondok di RS PKU Solo ditawari untuk operasi dengan biaya Rp 5 juta. Namun karena tidak mampu membayar, keluarga Tejo Suratmono menolak. ''Setiap kali alat kelamin saya yang disambung selang, sering abuh (bengkak-Red) dan mengeluarkan darah serta nanah yang baunya amis." (G8-34v) | ||||