logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 NASIONAL
Line

Jembatan Kali Bongkok Harus Dirombak


SATU JALUR: Arus lalu lintas Tegal-Semarang dan sebaliknya, yang melewati jembatan Bongkok, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, hingga Rabu (18/5) masih mempergunakan satu jalur di sisi selatan jembatan. Kondisi jembatan itu makin memprihatinkan. Fondasi jembatan yang dibangun tahun 1970 itu kelihatan melengkung. (30t)

SLAWI- Balai Pelaksana Teknis (BPT) Bina Marga Provinsi Jateng di Tegal menyatakan kerusakan jembatan di jalur pantura yang oleh warga sekitar disebut jembatan Kali Sikyam, sesuai registrasi nama di instansi itu bernama jembatan Kali Bongkok. Karena itulah, begitu diberitakan jembatan itu rusak, PU Jateng dan Pusat dibuat bingung menemukan datanya.

Akan tetapi bagi Kepala BPT Bina Marga Jateng di Tegal, Hajanto ST, hal tersebut tidak dipermasalahkan. Sebab faktanya memang ada jembatan yang rusak berat dan sudah tidak bisa dilewati kendaraan berat, apalagi sebutan jembatan Kali Sikyam merupakan sebutan yang sering dikemukakan warga sekitar.

Menurut dia, jembatan di Desa Munjung Agung, Kecamatan Kramat, Tegal itu harus direnovasi total. Seluruh bangunan jembatan harus dibongkar. ''Harus dibangun dari awal lagi dan butuh waktu cukup lama. Paling cepat sekitar lima atau enam bulan,'' kata Hayanto, kemarin.

Dia yang didampingi Kasi Jembatan Kayoto ST mengatakan, pihaknya sudah mengecek ke lapangan. Hasilnya terdapat keretakan sepanjang lebih dari tujuh meter. Paling lebar adalah empat centimeter dan semakin menyempit. Semuanya terdapat di lapisan pelat berongga di bagian bawah jembatan.

Cukup Tua

Melihat usia jembatan yang sudah cukup tua dan terjadi kerusakan, pihaknya setuju jalan menuju jembatan itu ditutup. Selanjutnya arus lalu lintas dialihkan ke lajur di sebelah selatan. Sebagai catatan, jembatan tersebut selesai dibangun 10 Desember 1970 atau lebih dari 34 tahun lalu.

Menurut dia, kerusakan jembatan sudah diusulkan ke pemerintah pusat. Diperkirakan pembangunan kembali jembatan sepanjang 28 m dan lebar 9 m itu, menelan anggaran Rp 3 miliar. Untuk kerusakan lain jembatan di wilayah kerjanya, secara umum ada 27 buah, termasuk jembatan Kali Bongkok yang harus dirombak total. Sebanyak 20 jembatan di jalur pantura dan tujuh jembatan di jalur tengah arah Tegal-Purwokerto.

Ke-27 jembatan tersebut direncanakan dan diusulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan anggaran pemeliharaan dan perbaikan. Dalam rencana penanganan tahun 2005 yang masuk paket pemeliharaan jembatan Blorong Cs diusulkan sebesar Rp 4,248 juta. Paket pemeliharaan rutin jembatan Swakelola Pemali Cs sebesar Rp 300 juta.

Dinas Bina Marga Jateng telah melaporkan kondisi jalan nasional itu kepada pemerintah pusat. Karena jalan nasional, Bina Marga Jateng hanya sebagai fasilitator. ''Kami telah melaporkan kondisi jembatan tersebut ke pusat. Petugas dari pusat tadi siang (kemarin-Red) sudah mengecek ke lokasi,'' kata Kepala Dinas Bina Marga Jateng Danang Atmojo, kemarin.

Dia meminta pemerintah pusat memprioritaskan perbaikan jembatan tersebut. Sebab, jembatan itu menjadi jalur utama di pantura tujuan Semarang-Jakarta dan sebaliknya. (D12,G12,G1,G7-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA