| Kamis, 19 Mei 2005 | NASIONAL |
Bus ''Budiman'' Menabrak Truk
KEBUMEN- Bus Budiman Z-7939-H jurusan Tasik-Semarang, kemarin pukul 14.45 menabrak truk R-1448-AB di Jalan Lingkar Selatan Kebumen. Empat penumpang bus tewas seketika, satu kritis, dan lima lainnya luka berat. Sebelum terperosok masuk sawah di sebelah kiri jalan, bus yang dikemudikan Maryono (42), warga Pasar Cangkrok Kidul, Purworejo, itu melaju dari barat (Tasik) dengan kecepatan tinggi. Sesampai di Desa Podoluhur, Kecamatan Klirong, dan melewati jalan menikung, bus agak ke kanan sehingga langsung menghantam bodi truk R-1448-AB dari arah berlawanan. Benturan keras mengakibatkan bak truk hancur dan terlepas dari bodinya. Sedangkan bus bumel itu oleng ke kiri dan menabrak sebuah pohon mangga. Namun saat itu bus masih terus melaju dan menghantam sebuah pohon lagi. Angkutan itu juga menyambar sepeda motor Suzuki Shogun dan dua sepeda di bengkel. Bus lalu terperosok masuk sawah. Warga segera menolong korban di dalam bus. Korban yang meninggal dan luka-luka dikirim ke RSU Kebumen. Sementara itu, truk yang melintang di jalan didorong ke tepi oleh warga bersama polisi. Hingga kemarin sore, lokasi kejadian masih dipadati warga yang ingin menyaksikan kejadian tersebut. Korban yang tewas seketika, semuanya penumpang bus. Mereka adalah Tukijo (57), warga RT 2 RW 2, Desa Wingkoharjo, Ngombol, Purworejo; Sujono (65), warga Senepo, Kutoarjo; Sri Rusmiati (31), warga Baledono, Klapasawit, Purworejo; serta seorang lelaki yang belum diketahui identitasnya. Korban yang kritis adalah Maryono (24), warga Ngebrak Kidul RT 1 RW 6 Semanu, Gunung Kidul. Sedangkan yang luka-luka antara lain Maryono, sopir bus; Jumini (40), warga Purwodadi Grobogan; Ny Edi Susanto (42), warga Perum Doplang RT 2 RW 6 Purworejo; Budi Santoso (24), warga Purwodadi, Grobogan; dan Ahmad Miftahudin (16). warga Sawah Besar RT 6 RW I Kaligawe, Semarang. Cukup Padat Kapolres Kebumen AKBP Drs H Lilik Purwanto SH MHum mengatakan, dari analisis di lokasi kejadian, diduga bus melaju kencang dan terlalu ke kanan. Pada saat bersamaan, tambah Kanit Laka Satlantas Ipda Soetoyo, datang truk dari timur. Terjadilah tabrakan, sebelum bus masuk sawah. Menurut Soetoyo, arus lalu lintas jalan raya Kebumen kemarin cukup padat. Namun pihaknya menyayangkan sopir bus yang ngebut. ''Padahal kondisi jalan setelah menikung itu datar dan lurus,'' kata dia. Setelah peristiwa tabrakan itu, arus lalu lintas jalur utama Purwokerto-Yogyakarta dan Semarang tetap lancar. Sebab, polisi segera mengamankan tempat kejadian dan menyingkirkan truk yang melintang di jalan. Adapun kaca-kaca bekas pecahan bus yang ringsek di bagian depan secepatnya disapu oleh warga bersama petugas. Beberapa warga Podoluhur mengatakan, sebelum kejadian itu bus Budiman sedang kejar-kejaran dengan bus di depannya. Padahal, kondisi jalan menikung dan tidak rata. Seorang penumpnag, Ny Edi Susanto, yang dirawat di RSU Kebumen, menuturkan, sebelumnya bus menurunkan penumpang di lampu bangjo Kebulusan. Wanita yang menengok anaknya yang kuliah di Unsoed itu mengakui, sejak naik dari Purwokerto bus melaju kencang. Karena khawatir, dia pindah tempat duduk persis di belakang sopir. ''Kami memang khawatir, karena dari barat bus ini sudah kenceng banget,'' kata dia. Setelah melewati tikungan, kata dia, bus terlalu ke kanan. Di sisi lain truk yang datang dari timur juga melaju kencang dan agak ke kanan pula. (B3-46t) | ||||