logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 NASIONAL
Line

Episode Baru Bajaj Bajuri (1)

Perpisahan Itu Memang Tak Terelakkan


SALON ONENG: Oneng di rumahnya yang juga dimanfaatkan untuk usaha salon dalam sinetron Bajaj Bajuri.(30t) - SM/dok

Kabar yang menyebutkan Bajuri dan Oneng dalam sinetron Bajaj Bajuri akan berpisah, cukup santer beredar. Benarkah demikian? Berikut laporannya yang ditulis Tresnawati.

SEMULA sinetron komedi Bajaj Bajuri akan mulai menghadirkan episode baru pada 14-15 Mei 2005. Namun tampaknya tim GMM Films yang memproduksi sinetron populer itu masih belum siap. Skenario yang disiapkan mengalami beberapa kali perubahan dan baru bisa diselesaikan hanya beberapa hari menjelang tanggal yang ditetapkan. Akhirnya edisi spesial yang mengisahkan proses perpisahan Bajuri dan Oneng pun baru akan ditayangkan 21-22 Mei mendatang.

Tapi seperti apakah proses perpisahan itu? Tak seorang kru pun yang mau buka mulut. Semua menjawab seragam: ''Tunggu aja pas ditayangkan di Trans TV. Nanti juga tahu.''

Tampaknya Trans TV dan GMM Films memang sepakat untuk memberikan kejutan di edisi spesial nanti. Bercerai, pisah ranjang, atau perpisahan karena hal lain?

Mat Solar, sang pemeran Bajuri, hanya memberi sedikit bocoran. ''Yang jelas nanti perpisahannya hanya perpisahan bisnis, bukan perpisahan psikologis, apalagi biologis. Yang pasti ceritanya nanti Bajuri pindah ke kampung baru dan tinggal dengan orang-orang baru,'' kata pria bertubuh tambun itu. Selebihnya dia pun bungkam seribu bahasa.

Kawin Lagi

Apakah ada kemungkinan di Bajaj Baru Bajuri, si abang yang gemar memakai baju model hawai ini akan menikah lagi? ''Wah kalau itu sih kayaknya nggak mungkin. Bajuri nggak mungkin kawin lagi. Kalau Mat Solar sih masih ada kemungkinan. He he he,'' tuturnya ringan, di sela-sela syuting Bajaj Bajuri edisi spesial beberapa hari lalu.

Syuting Bajaj Bajuri edisi spesial memang sudah dimulai 12-13 Mei lalu. Ini episode terakhir Bajaj Bajuri. Sementara syuting untuk Bajaj Baru Bajuri dan Salon Oneng dimulai 16 Mei lalu.

Semua kru memang sempat vakum dari syuting itu sebulan lalu, setelah episode terakhir yang ditayangkan 10 April. Di episode itu, Oneng dikisahkan bermimpi bahwa Bajuri yang bekerja di Surabaya menjadi supir pribadi Mr Black, kawin lagi. Setelah itu sinetron yang ditayangkan adalah serial ulangan dari Bajaj Bajuri yang sudah pernah ditayangkan sebelumnya.

Karena memang sudah sebulan tak saling bertemu karena tak ada syuting, suasana syuting 12-13 Mei lalu di Studio GMM Films di Wisma Mampang memang menjadi sangat istimewa.

Para kru dan pemain saling berpelukan, saling menceritakan apa saja kegiatan masing-masing selama "liburan". Terlebih lagi Mat Solar yang sudah lima bulan tak lagi ikut syuting. Dia paling banyak melempar senyum. ''Suasananya kayak reuni anak SD aja deh. Kita saling cerita kegiatan masing-masing. Apalagi kami mulai syuting dengan kondisi yang serba fresh, dengan semangat dan kreativitas baru. Kami semua memang sudah saling kangen. Maklum, selama ini hubungan kami sudah seperti keluarga sendiri. Jadi, ketika lama nggak bertemu timbul rasa kangen yang luar biasa,'' tutur Evi Rahmawati selaku line producer.

Usai syuting di hari pertama, segenap kru dan pemain yang terlibat juga melakukan syukuran. ''Yah, sekadar syukuran kecil menandai dimulainya produksi baru. Kami makan dan berdoa bersama. Mulai dari kru, tim artistik, produksi, sutradara, sampai pemain. Semoga saja ke depannya tidak ada aral melintang dan baik Bajaj Baru Bajuri maupun Salon Oneng bisa meraih rating yang lebih tinggi,'' paparnya.

Menurut Evi, syuting episode spesial ini terhitung sangat mepet. ''Biasanya kami syuting empat hari untuk dua episode. Karena naskahnya terlambat, jadi syutingnya terpaksa tertunda, jadinya mepet banget deh. Memang kami sempat kesulitan menentukan cerita yang pas,'' jelas Evi.

Yang pasti untuk Bajaj Baru Bajuri dan Salon Oneng yang bakal tayang 28-29 Mei nanti akan ada sejumlah perubahan. ''Untuk Salon Oneng pemainnya masih pemain lama, tapi Bajaj Baru Bajuri akan ada banyak pemain baru dengan setting yang juga baru.''

Meski syuting lancar, Mat Solar mengaku sempat kehilangan roh Bajuri. ''Saya sempat kagok juga saat harus kembali beradu peran dengan teman-teman. Bahkan, saking kagoknya, malah sempat yang muncul adalah karakter Mat Solar dan bukan Bajuri,'' ungkapnya.

Pemilik nama asli Nasrullah ini merasa telah kehilangan roh Bajuri. Dia merasa kehilangan sifat seorang pria yang kocak, keras pada istri, dan takut terhadap mertua.

Untunglah, hal itu tidak lama. Setelah syuting masuk tiga scene, pria bertubuh tambun ini berhasil mendapatkan kembali kekuatan peran yang dimainkannya. Caranya, dengan kembali mengingat-ingat sosok Bajuri yang dulu. ''Saya ingat-ingat bagaimana sih Bajuri yang dulu itu. Selain itu, baca naskah juga lebih diperdalam. Si Oneng, Ucup, dan Emak juga membantu saya untuk bisa kembali,'' tuturnya.

Meski menyebut perpisahan Oneng dan Bajuri itu tak menjadi masalah, tapi sebenarnya Mat Solar tidak menginginkannya sama sekali. ''Kalau boleh sih saya maunya kembali main bersama Oneng dan kerabat lain, main lagi jadi satu. Jadi saya nggak perlu adaptasi lagi, karena memang sudah merasa klop dengan kru yang dulu,'' ujarnya.

Sementara itu, menurut Meisya Mulyasa Insani, pimpinan program GMM Films, Bajaj Baru Bajuri dan Salon Oneng merupakan dua program yang benar-benar berbeda. Sutradaranya berbeda, tim kreatifnya berbeda, pemainnya berbeda, studionya pun beda. Namun tetap ada benang merah yang menghubungkan keduanya.

''Meski banyak perbedaan, kedua cerita itu sebenarnya nyambung dan saling berkaitan. Jadi, penonton merasa ingin mengikuti perkembangan keduanya. Mereka (penonton) akan menebak-nebak, gimana Si Oneng ya? Atau Bajuri apa kabar nih?'' tutur Meisya. ''Saya optimistis keduanya bisa berjalan berdampingan, dengan rating dan kekuatan yang sama,'' tambahnya.

Yang jelas, alasan dipecahnya Bajaj Bajuri menjadi dua komedi situasi berbeda ini merupakan strategi program. Menurut Aris Ananda dari Bagian Programming Trans TV, Bajaj Baru Bajuri merupakan pengembangan dari Bajaj Bajuri. ''Sebuah program ketika sudah berhasil, harapannya kan bisa lebih panjang lagi,'' paparnya.

Bila memperpanjang durasi, kata Aris, rasanya tidak mungkin. Karena itu, komedi situasi ini diperpanjang dengan cara berbeda, memecahnya menjadi dua. ''Sebab, Bajaj Bajuri sudah mengalami penambahan durasi dari setengah menjadi satu jam. Dan itu batas maksimal sebuah komedi situasi,'' tutur Aris. (Tresnawati-45t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA