| Kamis, 19 Mei 2005 | NASIONAL |
Dokter Tewas Bakar Diri
CEPU-Belum hilang dari ingatan kasus Reinaldy (5), bocah TK yang tewas gantung diri, kini masyarakat Blora khususnya Cepu kembali digegerkan oleh kasus dr Eko Rahayuningsih (46) yang membakar dirinya di garasi samping rumahnya, Jalan Sidomulyo V/19 Cepu, Blora. Jenazah ibu tiga anak itu pertama kali ditemukan oleh dua anaknya, Ema Ratri (17) dan Indu Prasetyaning Rahayu (13). Kemarin sekitar pukul 05.00, saat bangun tidur, ketiga anaknya bingung karena ibunya menghilang. Tahu ibunya tidak ada, salah seorang anaknya, Amdaru Yakti Pinastika (18), segera menghubungi sang ayah, dr Dwi Budhi Prasetyo, yang sudah beberapa tahun tinggal di tempat lain karena "pisah ranjang". Setelah datang, dr Budhi bersama anak-anaknya segera mencari dr Eko. Mereka akhirnya menemukan wanita itu sudah tewas, dengan luka bakar di sekujur tubuhnya di sebuah garasi di samping kiri rumahnya. Karuan saja peristiwa itu membuat geger para tetangga. ''Waktu itu saya bertanya kepada Pak Budhi. Begitu mendapat jawaban bahwa orang yang terbakar itu adalah Ny Eko, saya langsung menghubungi kepolisian,'' ungkap Ketua RT, Sutrisno. Tidak lama kemudian, sejumlah petugas Polsek Cepu dengan dibantu beberapa personel dari Polres Blora datang di tempat kejadian untuk mengusut peristiwa itu. Kapolres Blora AKBP Drs H Zainal Arifin Paliwang membenarkan adanya seorang dokter di Cepu yang tewas akibat membakar diri. ''Anak buah saya sudah melakukan olah TKP. Untuk sementara, latar belakang perbuatan korban adalah persoalan keluarga,'' tandasnya di sela-sela acara pengamanan pilkada di aula Mapolres Blora, kemarin. Murni Bunuh Diri Berdasarkan keterangan petugas Polsek Cepu, diperkirakan korban bunuh diri di atas pukul 01.00. Sebab, menurut keterangan salah seorang anaknya, pada pukul itu korban masih tampak belajar di rumahnya. ''Dari penuturan salah seorang anaknya, dokter itu bunuh diri di atas pukul 01.00,'' jelas seorang petugas Polsek Cepu. Dia mengemukakan, Rabu (18/5) sekitar pukul 05.00 Ema Ratri (17) dan Indu Prasetyaning Rahayu (13) kebingungkan karena saat bangun tidak mendapati ibunya. Setelah menelepon ayahnya, dr Dwi Budhi Prasetyo yang dinas di Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Cepu, mereka segera mencarinya . Akhirnya mereka menemukan tubuh Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Blora itu membujur ke barat. Sekujur tubuhnya hangus terbakar. Api yang membakar mantan kepala Puskesmas Kecamatan Sambong itu telah padam dan hanya menyisakan abu dan kepulan asap. Peristiwa itu segera menggemparkan para tetangganya. Beberapa saat kemudian petugas dari Polsek Cepu dengan dibantu petugas Polres Blora pun mengusutnya. Dijelaskan salah seorang anggota Polsek Cepu, dari hasil olah tempat kejadian perkara ternyata ditemukan jerigen berisi minyak tanah yang telah terbakar. Di dekat mayat korban juga ditemukan korek api. Dengan penemuan sejumlah barang bukti di tempat kejadian tersebut, polisi menduga, sebelumnya korban menyiramkan minyak tanah ke sekujur tubuhnya. Dari pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP itu, polisi lantas menyimpulkan, korban meninggal akibat bunuh diri. ''Kami tidak menemukan unsur penganiayaan di tubuh korban. Sementara dari keterangan para saksi dan penyelidikan kami, korban tewas akibat bunuh diri,'' ujar Kapolres Zainal. Ditanya tentang alasan korban berbuat nekat, petugas Polsek Cepu menjelaskan, diduga kuat ada latar belakang masalah keluarga. Dikemukakannya, antara korban dan suaminya sudah pisah ranjang empat tahun terakhir. Kabar kematian pegawai negeri sipil (PNS) dengan pangkat dan golongan terakhir IVA itu cepat sekali menyebar di Kota Cepu. Pagi kemarin para sejawat dan tetangga korban melayat ke rumah duka. Mereka dengan seksama membaca tahlil dan Surat Yaasin. Sebagian pelayat juga dipersilakan mengikuti shalat jenazah di rumah duka. Sekitar pukul 13.00 jenazah korban diberangkatkan dari rumah duka untuk dikebumikan di pekuburan keluarga setempat. (aiz,ud-34t) |