| Kamis, 19 Mei 2005 | MURIA |
Peredaran Miras di Lasem MarakLASEM- Sejumlah tokoh masyarakat Lasem menyayangkan maraknya peredaran miras di wilayah tersebut. Menurut mereka, saat ini di setiap sudut jalan kampung dengan mudah ditemui tempat-tempat penjualan miras. Mereka meminta kepada jajaran yang terkait untuk sesering mungkin melakukan operasi terhadap peredaran miras tersebut. Suwardi, salah seorang tokoh masyarakat Lasem mengungkapkan, dengan semakin maraknya peredaran miras di wilayah Lasem dan sekitarnya, membuat kehidupan masyarakat Lasem yang semula tenang menjadi sedikit rawan. ''Kami mohon agar Pemkab ataupun instansi berwenang melakukan penertiban, sehingga suasana Lasem akan menjadi tenang kembali. Kalau perlu dibuat perda mengenai larangan untuk miras,'' kata mantan kades Sumber Gesang itu. Senada dengan Suwardi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rembang Suryanto menyatakan prihatin terhadap peredaran miras yang sangat meluas di Kabupaten Rembang. Saat ini dia melihat peredaran miras bukan hanya di perkotaan, melainkan juga merambah ke desa-desa terpencil di Kabupaten Rembang. Mengenai Perda Miras, dia mengatakan, Kabupaten Rembang sebenarnya sudah memiliki Perda No 6/2002 mengenai pemberantasan penyakit masyarakat, termasuk permasalahan miras. Hanya untuk melakukan penegakan perda itu, sangat sulit dilakukan. Masalah miras, menurutnya, adalah penyakit masyarakat seperti prostitusi. ''Saat ini diberantas, besok ada lagi. Karena itu, kami mengharapkan agar polisi dapat merazia peredaran miras ini secara intensif,'' ungkapnya. Kapolres Rembang AKBP Drs Agung Wicaksono melalui Wakapolres Kompol Nugraha mengatakan, pihaknya akan selalu menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap peredaran miras. Dia menegaskan, saat ini pihak kepolisian terus-menerus dan intensif melakukan Operasi Pekat untuk mengurangi peredaran miras. Menurutnya, setiap hari pihaknya melakukan penyisiran di tempat-tempat yang diduga mengedarkan miras. ''Masalah hasil banyak atau sedikit, yang penting pihak kepolisian sudah melakukan tindakan-tindakan untuk mengatasi permasalahan ini,'' tambahnya. (moe-15s) |