logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 MURIA
Line

Peta Kekuatan Pilkada Berubah

REMBANG- Peta kekuatan Pilkada Rembang yang akan digelar 27 Juni 2005 diyakini banyak pihak mengalami perubahan, setelah PKB mencabut pencalonan pasangan Moch Zahli SH-H Yaqut Cholil Qoumas. Juga gabungan partai mencabut pencalonan Drs Mulyono sebagai calon wakil bupati, yang sebelumnya dipasangkan dengan calon bupati H Moch Salim.

Beberapa pengamat politik di Rembang mengatakan, berubahnya jumlah pasangan calon yang terdaftar di KPUD dan berubahnya pasangan calon yang diusung oleh gabungan partai, paling sedikit akan membuahkan barisan sakit hati dari pihak yang merasa dirugikan.

Namun di balik itu ada pihak yang merasa diuntungkan, sehingga akan terjadi peningkatan dukungan pada pasangan calon tertentu.

"Atas dasar itulah saya yakin akan terjadi perubahan peta kekuatan, meski tidak signifikan," kata Sakidin, salah seorang pengamat politik di Kota Garam.

Beberapa PNS yang memosisikan dirinya netral dalam menyikapi pilkada, juga percaya akan terjadi perubahan peta kekuatan. Alasannya, ada pergantian calon.

Ternyata, terjadinya perubahan politik di lingkungan PKB dan gabungan partai itu benar-benar dimanfaatkan oleh calon-calon dari partai lainnya. Pasangan calon bupati dan wakil bupati Drs H Nasirul Mahasin MSi-Ir Alwin Basri MM dari PDI-P misalnya, kedua calon itu menyatakan sudah melakukan pendekatan kepada warga yang sedang kebingungan karena kehilangan "induk".

"Pokoknya kami siap mengakomodasi mereka. Sebagian besar sudah menyatakan kesanggupannya untuk mendukung kami," kata Alwin.

Kubu PPP yang mengusung pasangan H Hendarsono-KH Abdulah Ubab Maimoen juga tak mau ketinggalan kereta. Wakil Ketua DPC PPP H Khafid menjelaskan, pihaknya sudah masuk ke lingkaran warga yang sedang kebingungan menentukan pilihan. Hasilnya cukup menggembirakan, karena sebagian besar di antara mereka sepakat akan mendukung pasangan yang diusung PPP.

Kubu Partai Golkar yang mengusung pasangan Drs H Wiratmoko MM-HA Djoemali SSos juga mengaku berhasil merebut "hati" warga yang dulunya mendukung calon lain.

Sementara kubu gabungan partai yang mengusung H Moch Salim-H Yaqut Cholil Qoumas berpendapat lain.

"Kami yakin bisa memenangi pilkada. Sebab pencalonan Gus Tutut sudah direstui para kiai sepuh. Sementara Mas Salim punya banyak pendukung," kata koordinator gabungan partai, Arief Budiman SE.

Disinggung kemungkinan terjadinya kekecewaan kubu Mulyono yang dicabut pencalonannya, Much Salim menyatakan ada aksi pasti ada reaksi. Namun semuanya sudah dipertimbangkan secara matang.(jl-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA