| Kamis, 19 Mei 2005 | KEDU & DIY |
Demo Minta Tunda Pilkada Masih WajarKEBUMEN - Kapolres Kebumen AKBP Drs H Lilik Purwanto SH MHum menilai, unjuk aspirasi masyarakat yang meminta penundaan pemilihan kepala daerah ke KPU setempat masih dalam batas kewajaran. ''Aspirasi para pendemo tetap kita respons. Bagaimanapun, tuntutan itu perlu dikaji oleh perangkat penyelenggara pemilu,'' tandas Kapolres yang ditemui usai menjadi inspektur upacara (irup) Gelar Pasukan Pengamanan Pilkada di alun-alun Kebumen, kemarin. Kapolres mengingatkan, sepanjang aspirasi yang disampaikan itu memiliki alasan logis dan bisa dipertanggungjawabkan, tentu bisa direspons. Pihaknya mengakui siang kemarin diundang DPRD untuk mengikuti rapat bersama anggota Desk Pilkada dan perangkat penyelenggara pilkada seperti KPU maupun Panwas. Rapat tersebut bertujuan membahas masalah yang diadukan oleh masyarakat ke KPU, Selasa lalu. Kapolres juga meminta masyarakat untuk proaktif mengawal dan mengawasi semua tahapan pilkada. Bila memang ada indikasi seperti penyelenggara tidak netral atau ada penyimpangan di lapangan, seharusnya masyarakat bisa melapor atau mengadukan ke pihak terkait, baik Panwas, Polres maupun Pemkab Kebumen. Diancam Bom Di sisi lain, Kapolres mengakui suhu politik di daerah menjelang pilkada yang dijadwalkan 5 Juni nanti terus menghangat. Apalagi sebentar lagi memasuki tahap kampanye. Sementara itu, usai Gelar Pasukan Pengamanan Pilkada dan Sistem Pengamanan Kota di alun-alun Kebumen Rabu kemarin, digelar demonstrasi jajaran Polres menghadapi gangguan pilkada. Acara itu dihadiri Penjabat Bupati H Suroso SH, Ketua DPRD H Pobo Indartono SE, dan segenap Muspida. Dalam adegan itu muncul sekelompok massa yang berunjuk rasa ke KPU. Massa membawa poster dan merangsek ingin masuk ke kantor KPU guna meminta penundaan pilkada. Petugas Polres semula melakukan upaya preventif dengan dialog. Namun massa terus mendesak ingin masuk ruangan. Tim Perintis Polres kemudian segera datang mengamankan KPU dengan senjata pentungan. Berhubung massa masih terus nekat, satu kompi Tim Dalmas Antihuru-hara Polres tiba di lokasi. Anehnya, massa masih terus bergerak dan menyerang petugas sehingga polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Setelah itu seorang provokator bisa ditangkap. Di sisi lain, bersamaan dengan demonstrasi, kantor KPU dan gudang KPU seolah-olah tengah diancam bom. Memang betul. Tak berapa lama, kompleks KPU Kebumen ''dibom'' orang tak dikenal dan jatuh korban jiwa. Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Polres segera meluncur ke lokasi dan menyisir halaman KPU. Ternyata di kompleks KPU ditemukan lagi ''bom'' yang diduga masih aktif. Dengan hati-hati, empat anggota Jihandak Polres mendekati bahan peledak itu menggunakan pengaman dan teknologi yang dikuasai. Bom akhirnya bisa dijinakkan dan regu penolong dari Polres, PMI, dan Pemkab berdatangan mengevakuasi para korban. (B3-16m) |