logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 19 Mei 2005 KEDU & DIY
Line

''Biksu Ajak Koreksi Moralitas''

BOROBUDUR- Para biksu Indonesia yang tergabung dalam Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI) mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengoreksi moralitas masing-masing, bila ingin mencintai semua kehidupan.

Karena setiap perilaku buruk sekecil apa pun, sama artinya dengan membagi penderitaan kepada yang lain. Di samping membuat diri menderita, seringan apa pun perbuatan jahat berdampak tetap merugikan orang lain.

''Saling bergantung adalah keniscayaan bagi semesta ini,'' demikian pesan Waisak 2549/2005 dari KASI, yang diterima Suara Merdeka, kemarin. Sementara peringatan Hari Tri Suci Waisak jatuh 24 Mei 2005.

Pesan Waisak itu ditandatangani Sekjen KASI Biksu Prajnavira Mahasthavira, Ketua Umum Sangha Mahayana Indonesia Biksu Dharmasagaro Mahasthavira, Ketua Umum Sangha Theravada Indonesia Biksu Dhammasubho Thera, Wakil Ketua Umum Sangha Agung Indonesia Biksu Aryamaitri Sthavira.

KASI mengingatkan bahwa materi, kekuasaan, dan teknologi bukan pangkal kebahagiaan. Sikap egosentris, meraup keuntungan secara tidak wajar, korupsi, menyalahgunakan wewenang, dan segala perilaku serakah serta kebencian, membuat kehidupan ini menjadi lebih jauh dari kebahagiaan.

Penderitaan dalam kehidupan ini sering dilihat hanya dari sudut pandang materi. Materi yang cukup, hidup jauh dari kemiskinan, teknologi yang mampu diraih setiap saat membuat terlena banyak orang.

''Semua itu dijadikan ukuran hidup bahagia. Memang Dharma mengingatkan akan bahaya hidup miskin. Namun bukan berarti materi yang berlimpah adalah kebahagiaan yang berlimpah pula,'' ujarnya.

Guru Agung Buddha Gautama menunjukan bahwa hawa nafsu keinginan yang tidak didasari kejernihan budi, menumbuhkan penderitaan dan mengakibatkan kehancuran bagi yang lain dan menghancurkan diri sendiri.

Banyak yang pilu melihat berbagai kesengsaraan dan segala bencana yang menimpa negeri ini. Mereka mencurahkan pertolongan secara spontan. Tetapi di antara mereka masih banyak yang tetap mencintai keserakahan.

Walaupun keinginan untuk meringankan penderitaan sudah diwujudkan, tugas jabatan dan layanan sosial telah ditunaikan. Tetapi mencuri, korupsi, memperkaya diri dengan cara buruk, tidak ada tanda-tanda menjadi surut.

KASI mengajak semua orang yang berkehendak baik mencintai semua kehidupan dengan cara meringankan kesengsaraan orang lain, tetapi juga membuat koreksi diri agar bisa berperilaku baik.

''Institusi baru dilahirkan, sistem disempurnakan, hukum dicanangkan. Namun tanpa moral yang baik, harapan akan menjadi kenangan,'' tandas para biksu.

Koreksi moral disertai komitmen yang kuat untuk peduli kepada sesama bahkan semua makhluk dan kesanggupan nyata mengendalikan diri dari perilaku buruk adalah realitas kecintaan terhadap semua kehidupan.

Amat sedikit mereka yang memihak kepada yang menderita dengan berperilaku bijak daripada yang memilih kemakmuran pribadi. (pr-16s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA